Tak Mau Politik Praktis, Jelang Pilpres Pemuda Muslimin Indonesia Bebersih Mesjid & Adakan Fogging



Jelang Pilpres Pemuda Muslimin Kota Arang Indonesia Gelar Fogging

SERANG | BantenLink -Tim cepat tanggap Pemuda Muslimin Indonesia (PMI), dengan semboyan “Pemuda Muslim Peduli”, selalu berinisiatif dalam kegiatan bakti sosial.

Seperti yang dilakukan PMI Wilayah Banten di tiga kota di Provinsi Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon. Organisasi kemasyarakatan
dibawah komando Ketua Umum HM Muhtadin Sabili ST dengan Sekretaris Umum Evick Budianto ini menggelar
kegiatan kemasyarakatan yaitu bersih lingkungan mesjid dan fogging lingkungan masyarakat.

Ketua PMI Wilayah Banten Dodi Hidayat didampingi Humas PMI Banten, Ismu, mengatakan, kegiatan PMI Banten terkait peranserta aktif pemuda dalam kegiatan kemasyarakatan.

“Kami baru saja melakukan bakti sosial bersih-bersih mesjid dan melakukan fogging. Kegiatan serupa akan kami lakukan selama satu bulan penuh hingga menjelang Pilpres April 2019,” ucap Dodi Hidayat pada bantenlink.com Sabtu (6/4/2019).

Ditambahkannya, alasan melakukan fogging, lantaran pada musim pancaroba tahun 2019 ini wabah DBD di Provinsi Banten mengalami peningkatan kasus. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Banten sendiri sudah mengeluarkan Surat Edaran Tanggap Waspada DBD untuk masyarakat Banten.

“Dengan didasari bekerjasama dengan pemerintah, kami melayani masyarakat yang banyak mengeluhkan sulitnya mendapatkan fogging di lingkungannya. Hari ini, di Kota Serang kami melakukan fogging di tiga titik lokasi,” terang Dodi.

Di bagian lain disebutkannya, berdasarkan data terakhir Dinas Kesehatan 2019 di Provinsi Banten, pada tahun ini terdapat 220 kasus demam berdarah yang mengakibatkan tiga warga meninggal.

Lanjut Dodi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banten Wahyu Santoso pada Rabu 30 Januari 2019 menyebutkan jumlah kasus DBD tertinggi di Provinsi Banten adalah Kota Cilegon.

“Di Kota Serang sendiri, pada tahun 2018 sebanyak 63 orang terjangkit DBD. Wilayah endemik terdapat di Kecamatan Cipocok Jaya dan Kasemen. Namun ironisnya, masyarakat sulit sekali mendapat fasilitas fogging dan untuk pengajuan saja harus menunggu beberapa bulan lamanya, sehingga PMI Wilayah Banten berinisiatif mengadakan bakti sosial untuk fogging yang dibutuhkan masyarakat,” paparnya.

Jangan Politik Praktis

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Besar Pemuda Muslimin Indonesia (PB PMI), HM Muhtadin Sabili ST, dalam amanatnya mengatakan, para pemuda sekarang ini memang sudah seharusnya memiliki perhatian yang besar dalam kegiatan sosial di masyarakat. Dia pun mengapresiasi apa yang telah dilakukan pengurus dan anggota PMI Wilayah Banten.

Terlebih, dalam menjelang Pesta Demokrasi 17 April 2019, PB PMI berharap agar pemuda tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis.

“Apresiasi untuk PMI Wilayah Banten yang memiliki program membersihkan mesjid dan melakukan fogging,” ujar Muhtadin Sabili.

Disebutkannya, kalau dengan politik praktis para pemuda tanpa disadari bisa jadi akan menyebar berita dan informasi tidak baik. Dikhawatirkan hal ini dapat meresahkan masyarakat dan merusak kesatuan serta persatuan Bangsa.

“Oleh karena itu Pemuda Muslimin Indonesia sudah seharusnya merupakan Pelopor Organisasi Pergerakan Kepemudaan mempunyai peran besar dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia serta melakukan pengabdian di masyarakat,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Leave a Reply