Saleh Asnawi Tak Bosan Ingatkan Warga, Pilih DPRD yang Berbibit, Bobot, Bebet



Saleh Asnawi Tak Bosan Ingatkan Warga, Pilih DPRD yang Berbibit, Bobot, Bebet

SETU, TANGSEL | BantenLink — Memilih anggota DPRD jangan dianggap main-main. Sebab, kalau yang terpilih akhirnya ada yang masuk KPK, masyarakatlah yang menjadi korban. Karena berpengaruh pada pendidikan dan kesehatan anak-anak kita.

“Jadi, kalau salah memilih anggota dewan sehingga merugikan masyarakat, kita yang memilihnyalah yang berdosa.” Kata Ketua Pembina Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang sudah memiliki pengalaman selama sepuluh tahun di Tangsel.

Kepada sejumlah warga masyarakat diingatkannya, dalam memilih wakil untuk siapapun yang akan terpilih agar kita melihat lebih dulu bibit, bebet dan bobot calon anggota DPRD, supaya tak salah pilih. Misalnya mencari yang sudah kuat ekonominya agar bisa mengurus masyarakat.

Calon anggota legislatif dari PBB bernomor urut 1 dari daerah pemilihan Kecamatan Serpong dan Kacamatan Setu menyampaikan hal tersebut pada sejumlah warga Ciater yang datang ke kantornya dalam rangka ingin mendapatkan pencerahan politik terkait Pemilu Legislatif yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

“Dalam memilih anggota dewan (DPRD) di Tangsel harus dilihat bibit, bebet dab bobot orangnya karena akan menentukan masa depan. Orang-orang yang dipilih akan menentukan atau mengatur kebijakan. Sebab kalau salah memilih, warga yang rugi,” beber Moh Saleh Asnawi.

Ditambahkannya, kekuasaan betada di tangan rakyat, sedang DPRD sebagai wakil rakyat yang akan menjalankan amanah rakyat. Dialah yang menentukan anggaran, sedangkan dinas-dinas atau camat hanya sebagai pelaksana. Agar tidak timbul masalah, tentunya jangan sampai KKN kedua fihak.

“Di Tangsel ada Rp 3,4 triliun dana yang harus dihabiskan untuk kepentingan 1,4 juta warga tangsel. Menjadi tugas dewan untuk menentukan anggaran. Oleh karena calon dewan adalah calon pemimpin, carilah yang amanah. Kalau pilih dewan jangan sembarangan,” pesan pria mapan yang dimasa mudanya pernah menolak bupati yang menunjuknya jadi anggota dewan karena merasa belum mapan kala itu.

“Adapun saya sampaikan hal ini karena ingin menjelaskan apa yang saya diketahui. Saya wajib memberi dan menerima penjelasan, karena untuk mengetahuinya hak bagi semua,” tandas politisi yang sukses dalam membina usaha dan keluarga itu.

EDY TANJUNG

Leave a Reply