BERESKRIM POLRI : 350 KILOGRAM GANJA DITEMUKAN DI CIKUPA



Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Arman Depari menyampaikan ditemukannya 350 kilogram ganja kering di Cikupa Kabupaten Tangerang.

Penyitaan ini sebagai tindak lanjut ditangkapnya pengedar ganja di Beji Depok Jawa Barat sebanyak 90 kilogram dan  60 kilogram lagi di Jakarta Barat. Total ganja yang disita mencapai 500 kilogram yang diidentifikasikan berasal dari Provinsi Aceh.

Arman menyatakan adanya peningkatan peredaran ganja saat ini, karena belum mencapai dua bulan ini saja selama tahun 2014 Polri sudah menyita sekitar 2,5 ton ganja kering.

Pelaku utama saat ini telah diamankan polisi berinisial AN,AJ dan TF. Mereka didakwa dengan Pasal  111,112,113 dan 114 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Memiliki,Menguasai dan Mengedarkan Narkoba dengan ancaman terberat adalah hukuman mati.

Sementara itu Ketua Center For Drugs Research  (CDR) Agus Suarman menyampaikan keprihatinan dijadikannya Kabupaten Tangerang khususnya Kecamatan Cikupa sebagai tempat pemasokan narkoba di Indonesia. Beberapa kasus narkoba sebelumnya masih melekat kuat dalam ingatan warga Tangerang,  kelihatannya Kabupaten Tangerang memang menjadi tempat yang paling  nyaman bagi para sindikat narkoba untuk melakukan aksinya. Untuk itu Agus meminta semua pihak tidak hanya kepolisian untuk  bekerjasama memberantas peredaran narkoba di semua wilayah Kabupaten Tangerang. “Inilah saatnya seluruh anggota masyarakat Tangerang menyatakan perang terhadap para Bandar dan pengedar narkoba”,tegasnya.

Dia meminta masyarakat berperan aktif untuk memberikan informasi kepada pihak Polsek yang ada  bilamana ditemukan adanya warga yang mengkonsumsi  narkoba maupun perilaku warga pendatang yang mencurigakan. “Mari kita selamatkan anak-anak kita dan warga masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba, kita tidak bisa membiarkan  para Bandar dan Pengedar narkoba berkeliaran dengan bebas di daerah kita”, tambah aktivis social kemasyarakatan ini.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.