Komisi IX DPR RI Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional di Desa Kadu



Komisi IX DPR RI Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional di Desa Kadu

CURUG, TANGERANG | BantenLink — Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional atas kerjasama Direktorat Pelayanan Kesehatan dengan Mitra Kerja Anggota Komisi IX DPR RI Drs H Irgan Chairul Mahfiz MSi, dilaksanakan di aula Kantor Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, yang dibuka H Sobri selaku mewakili Kades Kadu, Rabu (27/2/2019).

Dalam kesempatan yang dimulai dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan pembacaan doa bersama itu, disampaikan upaya-upaya untuk meningkatkan profesional para tenaga kesehatan, terutama di bidang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Drs H Irgan Chairul Mahfiz MSi dan dr Yuniati Situmorang dari Kemenkes hadir sebagai narasumber, yang keduanya menyampaikan bagaimana mencegah penyakit dengan pelayanan kesehatan tradisional.

Di awal sambutannya Drs Irgan Chairul Mahfiz MSi yang juga mewarnai pertemuan dengan pemberian hadiah doorprize bagi yang dapat menjawab pertanyaan, menyebutkan, UUD 1945 menjamin warga negara mendapatkan akses kesehatan. Dalam Undang Undang Kesehatan, menyebutkan tentang pelayanan kesehatan tradisional yang merupakan salah satu upaya kesehatan nasional.

“Pelayanan kesehatan tradisional sebagai salah satu yang melayani masyarakat sudah terbukti manfaatnya dan harus dijaga kelestariannya. Contohnya, jamu yang diolah secara tradisional sebagai warisan nenek moyang. Menjadi alternatif obat-obatan biayanya lebih mahal dan dikhawatirkan terdapat kandungan kimia,” ujar Drs H Irgan Chairul Mahfiz MSi.

Dia menambahkan, pelayanan kesehatan tradisonal bersifat alami. Prinsipnya untuk membuat hidup lebih sehat kembali ke alam (back to nature). Namun diingatkannya, harus berhati-hati dengan obat-obatan palsu dan yang sudah tidak sehat. Untuk itu, dimintanya masyarakat agar memperhatikan registrasi dan tanggal kadaluarsanya.

Drs H Irgan Chairul Mahfiz MSi

“Pelayanan kesehatan tradisional lebih baik dari obat-obatan karena jauh lebih baik. Selain itu, harganya relatif ebih murah, khasiatnya efektif dan maknyus hasilnya. Kalau sering mengomsumsi obat-obatan akan meninggalkan racun di dalam tubuh, dan seperti yang dialami teman saya, penggunaan obat yang tidak benar bisa mengakibatkan cuci darah darah. Kehebatan jamu tradisional saat ini, banyak pula yang dikemas dalam sachet,” papar Drs H Irgan Chairul Mahfiz MSi

Sementara itu, dr Yuniati Situmorang MKesdari menyarankan, kalau kita hanya merasakan sakit sedikit, agar jangan buru-buru meminum obat. Untuk mengatasinya dapat dengan melakukan pijatan, akupres dan menggunakan bahan tradisional. Tentunya, kecuali kalau sudah divonis tak ada lain jalan lain kecuali ke rumah sakit.

“Untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesehatan pribadi dan keluarga, dapat dengan mengadakan toga (tanaman obat keluarga). Sedangkan toga dapat diproduksi diolah sendiri. Yang terbaik dalam pelayanan kesehatan tradisional adalah yang dibuat sendiri karena mengetahui bahan-bahannya,” kata dr Yuniati Situmorang MKes yang diakhir, penyampaiannya memperagakan dan mengajari teknik akupres kepada para peserta.

Sementara itu, Kabid Yankemas Dinkes Kabupaten Tangerang mengungkapkan, pada kegitaan tersebut hadir para kepala Puskesmas dari 26 Puskesmas. Unsur-unsur yang hadir lainnya, yakni Tim Pembina Toga, FKTS, Dinas Pertanian dan Kader Kesehatan Tradisional.

“Untuk pelayanan kesehatan di Kabupaten Tangerang. saat ini memiliki 90 ribu kader kesehatan. Sedangkan prestasi yang diraih Dinkes, diantaranya Puskesmas Pagedangan Juara I tingkat Provinsi, Puskesmas Kelapadua Juara tingkat Nasional dan Puskesmas Pasarkemis juara tingkat Kabupaten. Harapannya, semoga Kabupaten Tangerang terus menjadi juara secara berkesinambungan. Tentang adanya sosialisasi pelayanan kesehatan tradisional, diharapkan dapat menambah pengetahuan para kader sebagai salah satu solusi dalam mengatasi masalah jesehatan, ” ungkap Kabid Yankesmas.

EDY TANJUNG

Suasana sosialisasi pelayanan kesehatan tradisional

Leave a Reply