Anggota DPRD Muhammad Faizal Sambangi Bedah Rumah Baznas di Bojongnangka



Anggota DPRD Muhammad Faizal Sambangi Bedah Rumah Baznas di Bojongnangka

KELAPADUA, TANGERANG | BantenLink — Drs H Muhammad Faizal SH, Anggota DPRD Banten, sekaligus Caleg Golkar nomor 1 dari Dapil 13 kecamatan, yakni Balaraja, Jayanti, Solear, Tigaraksa, Jambe, Cisoka, Curug, Cikupa, Panongan, Legok, Pagedangan Cisauk dan Kelapadua, Selasa (26/2/2019), menyambangi Bedah Rumah Nenek Ma’ani di Kelurahan Bojongnangka, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang. Maksud kedatangannya, untuk memberikan partisipasi pada kegiatan yang dilaksanakan Baznas dan aparat bersama masyarakat.

Rumah reot Nenek Ma’ani yang dibedah, tepatnya dibangun kembali, berlokasi di Kampung Grubug, RT 02 RW 05, memang dananya bersumber dari gabungan dana Baznas dan swadaya masyarakat, pengerjaannya secara bergotong-royong oleh mulai Selasa (26/2/2019).

Drs H Muhammad Faizal SH menyebutkan, kedatangannya menyambangi rumah warga merupakan hal yang biasa dilakukannya. Bukan hanya saat reses, tapi juga di Hari-hari biasa, terlebih menyangkut bidang sosial. Soal sambang menyambangi warga, baginya, baginya lebih baik mendatangi langsung warga daripada mengutus perwakilan, untuk dapat melihat langsung keadaan di masyarakat.

Bedah Rumah Baznas di Bojongnangka Dikerjakan Aparat Bersama Masyarakat

Seremoni pembongkaran bedah rumah Nenek Ma’anih sendiri dilakukan secara simbolis oleh Camat Kelapadua, Dadan Gandana, dilanjutkan peletakan batu pertama oleh Ketua Baznas Kabupaten Tangerang KH Nur Alam, Wakapolsek Kelapadua Sumpeno, Ketua UPZ Kelapadua H Madsari, Lurah Bojongnangka Angga dan Babinsa Bojongnangka serta Ketua RW Dodol. Kegiatan diteruskan dengan acara santap pagi bersama sambil berbincang-bincang antarmasyarakat Bojongnangka, Kecamatan Kelapadua.

Dari perbincangan tersebut, terungkap bahwa bantuan pemerintah untuk bedah rumah hanya bersifat stimulan. Namun, dengan adanya bantuan swadaya masyarakat,terpupuk kebersamaan dan kepedulian sehingga tak cukup bedah rumah senilai Rp 20 juta, tapi untuk membangun kembali rumah Nenek Ma’ani yang sudah reot bisa menelan dana Rp 87 juta.

Baznas sendiri mengakui, di tahun 2019 ini pihaknya melakukan bedah 10 unit rumah, yang dananya dikumpulkan dari zakat masyarakat, yang disalurkan kembali dalam bentuk bedah rumah masing-masing senilai Rp 20 juta.

Namun di lapangan, kondisi bedah rumah sendiri akhirnya sama dengan membangun rumah kembali. Tapi berkat kerjasama semua pihak yang mau saling bahu-membahu, pembangunan kembali dengan baik rumah Nenek Ma’anih yang sudah reot, diyakini terealisasi.

EDY TANJUNG

Leave a Reply