Bedah Rumah Baznas di Bojongnangka Dikerjakan Aparat dan Masyarakat



Seremonial bedah rumah

Bedah Rumah Baznas di Bojongnangka Dikerjakan Aparat Bersama Masyarakat

KELAPADUA, TANGERANG | BantenLink — Program Bedah rumah Bu Ma’anih di Kampung Grubug, RT 02 RW 05, Kelurahan Bojongnangka (Bonang), Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang yang bersumber dari dana Baznas yang mulai dilaksanakan secara bergotong-royong oleh berbagai unsur masyarakat, Selasa (26/2/2019).

Seremoni pembongkaran rumah secara simbolis dilaksanakan oleh Camat Kelapadua Dadan Gandana dilanjutkan peletakan batu pertama oleh Ketua Baznas Kabupaten Tangerang KH Nur Alam, Wakapolsek Kelapadua Sumpeno, Ketua UPZ Kelapadua H Madsari, Lurah Bojongnangka Angga dan Babinsa Bojongnangka yang dilanjutkan dengan acara santap pagi bersama.

Sebelumnya, Camat Kelapadua Dadan Gandana dalam sambutannya menyebutkan, bantuan pemerintah hanya bersifat stimulan. Meski begitu, dengan bantuan swadaya masyarakat dapat memupuk kebersamaan dan kepedulian masyarakat.

“Alhamdulillah RW-nya, RW Dodol aktif, sehingga dapat menggerakkan masyarakat untuk kepedulian bedah rumah atau tepatnya membangun rumah untuk warga tidak mampu bisa dilaksanakan, ” ucap Dadan Gandana.

Pada bagian lain, dia berpesan kalau rumah sudah selesai dibangun, selain dapat digunakan untuk tempat tinggal, agar juga senantiasa diisi dengan ibadah agar rumahnya barokah.

Hal senada dikatakan Ketua Baznas Kabupaten Tangerang, KH Nur Alam, yang menghaturkan terima kasih telah mengikuti, menghadiri, mengawali kegiatan Baznas. Bedah rumah sesi pertama untuk tahun 2019 akan dilaksanakan sebanyak 10 unit, yang diawali bedah rumah Bu Ma’anih.

“Ada sepuluh kecamatan, masing-masing satu unit yang mendapatkan anggaran bedah rumah yang nominalnya hanya Rp 20 juta program Baznas. Untuk Kelapadua, setelah diverfikasi, yang mendapatkan pertama programnya, jatuh kepada Ibu Ma’anih,” ungkap KH Nur Alam.

Ditambahkannya, dana bedah rumah berasal dari zakat. Lebih jauh dikatakannya, yang namanya zakat berkah, sehingga dirinya yakin bedah rumah akan terbangun sesuai dengan target, meski diakuinya, Baznas malu, maksudnya bedah rumah tapi kondisinya sama dengan membangun baru.

“Alhamdulillah semuanya antusias, yang semangatnya tidak dikira akan seperti ini. Semuanya hadir, dari Muspika hingga RT RW. Saya sangat mengapresiasi hal sepert ini yang dapat dijadikan sebagai investasi di padang mashyar,” tambahnya.

Sedangkan Kepala UPZ Kelapadua Kabupaten Tangerang, H Madsari mengatakan, dana yang dialokasikan senilai Rp 20 juta, tapi untuk membangunnya setelah dihitung mencapai Rp 87 juta.

“Kekurangannya, bisa dari sumbangan warga, siapa saja di RT dan RW, yang bantuannya dapat diserahkan ke pada kami panitia bedah rumah. Waktu rencana adanya bedah rumah saya sampaikan pada pak Camat, sempat dengan bercanda mengatakan tanggung, sekaligus 3. Ibu Ma’anih pun sudah dikontrakkan, selama rumah dibedah,” ungkap Madsari.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply