Begini Kiat Saleh Asnawi PBB Motivasi Caleg DPRD Tangsel



Para Caleg DPRD Tangsel: Drs H Saleh Asnawi MA MH bersama para caleg lainnya

TANGSEL | BantenLink — Drs H Moh Saleh Asnawi MA MH selalu memberi pencerahan kepada para calon anggota legislatif Partai Bulan Bintang (PBB) di Kota Tangerang Selatan.

Baginya, sebelum duduk di DPRD Caleg harus mengetahui, bahwa kekuasan di negara Indonesia berada di tangan rakyat, karena melalui perwakilan.

“DPRD sebagai kekuasaan tertinggi yang menentukan nasib rakyat,” katanya.

Menurut pria yang telah dua priode menjadi anggota DPRD Tangerang Selatan dari partai HANURA ini, ada tiga fungsi DPRD, yaitu legislasi (membuat Perda), budgeting (menganggarkan) dan kontrol.

“Anggaran diputuskan oleh wakil rakyat dan digunakan dinas sehingga pembangunan sampai dan dirasakan masyarakat,” lanjut H Moh Saleh Asnawi.

Dikatakan Ketua Dewan Penasehat PBB ini,
betapa pentingnya orang yang sudah dewasa untuk menentukan siapa yang menjadi wakilnya. Jangan salah pilih, karena kalau salah pilih, ironisnya bisa korupsi. Makanya, di PBB memerioritaskan Caleg yang mapan.

“Kalau Caleg yang dipilih tidak mapan, yang menyebabkan akan lebih mementingkan dirinya sendiri daripada masyarakat. Akhirnya korupsi, yang membuat pembangunan kurang maksimal. Bisa-bisa anak-anak yang menanggung akibatnya, tidak bisa sekolah atau tidak bisa berobat jika sakit,” paparnya.

Lebih jauh disebutkannya, untuk tahun ini di Kota Tangerang Selatan sebanyak Rp 3,4 Triliun APBD yang ditentukan wakil rakyat pengucurannya untuk pembangunan.

“Tentunya untuk pembangunan apa saja yang memutuskannya wakil rakyat atau semuanya tergantung orang yang telah dipilih setelah menjadi dewan,” kata Saleh Asnawi lagi.

Mapan Dulu Baru Jadi Dewan

Diceritakannya, dulu dirinya semasih berumur 34 tahun pernah menolak ketika diminta Bupati Lampung Selatan menjadi Dewan. Waktu itu, ungkapnya, hanya ada 3 partai. Dan sebagai pengusaha muda,
Saleh Asnawi dekat dengan Bupati, sehingga kenal dengan Abdul Gafur yang merupakan pengurua Partai Golkar pusat.

“Waktu itu yang dipilih partai bukan orang. Pengurus partai yang menentukan siapa-siapa saja anggota dewannya, yang sudah diurutkan nomor jadinya,” terang pria kelahiran Talang Padang, Lampung ini.

Dijelaskannya, dua diminta bupati agar jadi dewan dengan jaminan didaftarkan saja, pasti jadi.

Terlebih, Saleh Asnawi merupakan lulusan Administrasi Negara atau dari pendidikan politik.

“Tapi permintaan bupati saya tolak, dengan alasan tupoksi DPRD untuk mewakili warga. Saya katakan juga, nantilah kalau saya sudah kaya baru jadi Dewan. Alasan saya, bagaimana akan mengurusi warga jika urusan sendiri belum beres. Bagaimana mau bertanggung jawab jadi dewan kalau masih repot mengurusi keluarga. Jangan main-main menjadi wakil rakyat. Nah, pada saat lainnya Bupati memanggil saya kembali. Awalnya saya takutbakan dimarahi, tapi di hadapan teman-temannya malah memberikan pujian atas prinsip saya itu,” beber Saleh Asnawi lagi.

Di bagian lain disebutkannya, baru di usia 51 tahun Moh Saleh Asnawi berani menjadi Anggota DPRD. Diawali di Kabupaten Tangerang. Karena adanya pemekaran wilayah akhirnya pindah menjadi Anggot DPRD Kota Tangerang Selatan, dan akhirnya menjadi anggota DPRD selama dua periode.

Saat ini, sebagai pengurus PBB diakuinya banyak sekali yang akan menjadi anggota dewan. Namun prinsipnya harus tahu dan diseleksi bibit bebet dan bobotnya serta rekam jejaknya.

“Pokoknya, tidak boleh menjadi dewan jika urusan rumah tangganya masih repot. Untuk itu kemampuan finasial di PBB harus bagus. Paling tidak anak-anaknya harus sudah punya asuransi pendidikan. Sudah punya cadangan keuangan, jika sakit ada asuransi yang sudah mengkover,” tandas pengusaha wisata kuliner dan properti di Kota Tangerang Selatan tersebut.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply