Gizi Buruk Masa Janin sampai Usia 2 Tahun, Kadinkes: Orang Kab Tangerang 38% Pendek



Kepala Dinkes Kab Tangerang Dessy R memberikan cendera mata kepada ahli gizi dan perkembangan anak DR Tb Rachmat seusai menjadi narasumber sosialisasi pencegahan stunting di Hotel Yasmin, Selasa (29/1/2019)

CURUG, TANGERANG | BantenLink — Orang pendek atau stunting di Kabupaten Tangerang sebanyak 38 persen dari jumlah penduduk. Lebih rendah satu persen dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak (39 persen), tapi lebih tinggi dari Kabupaten Serang yakni 37 persen.

Hal tersebut terungkap saat seminar pencegahan stunting dengan narasumber pakar pelindungan, tumbuh kembang dan spesialis anak DR Tb Rachmat Sentika SpA MARS, yang berlangsung di Hotel Yasmin, Binong, Curug, Selasa (29/1/2019). Kegiatan tersebut diikuti lintas sektor dari berbagai SKPD, diantaranya Puskesmas, Posyandu dan PKK.

“Prosentase rata-rata orang stunting secara nasional berdasarkan perhitungan saat hari anak nasional 2018 turun 5,9 persen dari angka sebelumnya 36,7 persen menjadi 30,8 persen. Di Provinsi Banten sendiri, angka rata-rata stunting 36,9 persen,” ungkap Tb Rahmat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Dessy Riana, menyebutkan pihaknya mengadakan seminar stunting terkait memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh 25 Januari 2019.

Seusai acara meski tidak dapat menyebutkan secara rinci tinggi badan ideal dan orang berkategori stunting di Kabupaten Tangerang, namun disebutnya pencapaian angka 38 persen stunting karena usia anak tidak sebanding dengan tinggi atau tumbuh kembangnya

Foto bersama seusai seminar stunting yang digelar Dinkes Kab Tangerang, Hotel Yasmin, Selasa (29/1/2019)


“Seminar ini sendiri sebagai sosialisasi pencegahan stunting atau orang yang dengan tinggi badan tetap “deal” pendek, atau tidak sesuai dengan perkembangannya,” terang Dessy Riana.

Ditambahkannya, di Kabupaten Tangerang, meskipun tak menyebutkan angka absolutnya, prosentasi orang stunting sebanyak 38 persen itu yang menyebar di 29 kecamatan.

“Upaya pencegahan yang kami lakukan yakni intervensi (pendekatan) spesifik melibatkan dokter anak, serta pendekatan sensitif dengan melibatkan semua sektor dan program,” tambahnya.

Dijelaskannya, stunting merupakan gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan nutrisi dan stimulasi. Pemerintah sendiri telah melakukan pencegahan sejak ibu hamil dengan melalui pemantauan KIA (Kartu ibu dan Anak) saat kontrol di Posyandu.

“Agar berkurang stunting yang bukan disebabkan faktor genetik, dapat dengan memberikan asupan gizi yang seimbang selama tiga tahun. Yakni mulai janin dalam kandungan ibu, hingga berusia 2 tahun,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Foto bersama panitia seminar stunting Dinkes Kab Tangerang, Selasa (29/1/2019)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply