KEMBALIKAN BUDAYA GOTONG ROYONG DI MASYARAKAT



Pemerintah, tokoh agama dan masyarakat dimintakan secara sungguh-sungguh memberikan contoh bagaimana semangat dan aktualisasi gotong royong bisa dikembalikan di masyarakat. Nilai kebersamaan yang lahir, tumbuh dan berkembang di masyarakat Indonesia ini akan mampu menjadi perekat dis integrasi bangsa yang belakangan ini marak terjadi di berbagai daerah.

Erson, warga kabupaten Tangerang asal Sumatera Selatan memprihatinkan memudarnya rasa gotong masyarakat di berbagai tempat di nusantara.”sebagai mahluk ciptaan Tuhan, semua agama menekankan adanya nilai kegotongroyongan dalam hubungan kemanusiaan”, katanya. Sebagai aktualisasi, selaku anggota rukun tetangga (RT) ia tidak pernah berhenti untuk selalu mengajak tetangga di lingkungannya , bersama-sama mengerjakan berbagai tugas social kemasyarakatan.

“Kalaulah tokoh agama dan masyarakat punya hati nurani untuk mengembalikan nilai yang mulia ini, saya berkeyakinan lingkungan tersebut akan tumbuh semakin nyaman dan sejahtera”, tambahnya penuh optimesme.

Keprihatinan Erson ini sebenarnya adalah keprihatinan begitu banyak warga Indonesia yang ada berbagai pelosok nusantara. Konflik social terjadi dimana-mana terjadi sebagai akibat memudarnya semangat gotong royong dan solideritas social di Negara yang berlandaskan Pancasila ini.

Nilai Pancasila yang sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa semakin mengalami erosi sebagai akibat masuknya nilai individualisme dan kapitalisme membabi buta yang merasuki sebagian masyarakat kita saat ini.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.