POLITIK UANG? KPU SIAP CORET CALEG BERMASALAH



Pemilu legislative dikhawatirkan beberapa pihak rawan politik uang. Kecenderungan pragmatisme pemilh juga mendorong caleg bersikap pragmatis untuk bisa meraih kemenangan dengan cara melanggar hukum. Kondisi ini terlihat sedikitnya caleg melakukan sosialisasi di dapilnya masing-masing. Sehingga kemungkinan meraih suara sebanyak-banyaknya pemilih dengan memberikan uang menjelang pemilihan bisa terjadi secara masif.

Pandangan yang sama juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Partai Demokrat, Moh. Eko Riadi”KPU dan Panwaslu harus benar-benar memantau dengan  seksama realitas ini. Untuk itu kedua lembaga penyelenggara pemilu ini diharapkan bisa mempersiapkan diri dengan baik dibantu struktur organisasi dan jaringan relawannya, agar  bisa mengawasi dengan ketat para caleg yang ingin meraih suara dengan cara melanggar hukum”, katanya.

Kondisi masyarakat yang bersifat pragmatis terlihat dengan jelas saat pilkades berlangsung di berbagai tempat di Kabupaten Tangerang selama ini.   Begitu banyak masyarakat memilih karena sang  calon kades melalui tim suksesnya membagi-bagikan uang saat menjelang pemilihan berlangsung. Dan tidak bisa dipungkiri masih banyak masyarakat kita yang memiliki perilaku politik seperti ini,  dengan  menerima uang yang jumlahnya  kecil  demi terpilihnya caleg yang kelak akan merugikan rakyat lebih banyak lagi untuk mengembalikan modal politik yang dikeluarkannya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.