Tukang Nasgor Nyambi Maling Motor, Terpaksa Deh Gerobaknya Jadi BB



Gerobak nasi goreng Arohmanul berprofesi maling motor, yang dijadikan polisi sebagai barang bukti tindak kejahatan.

TANGSEL | BantenLink — Gerobak nasi goreng ditaruh di depan pintu masuk Mako Polres Tangerang Selatan pada Senin 7 Januari 2019. Pedagangnya bukan sedang melayani pembeli, tapi karena menjadi tersangka. Gerobak dijadikan sebagai barang bukti terkait kasus pencurian sepeda motor.

Ya, kalau tidak kuat iman menghadapi kondisi, siapapun bisa terpapar kejahatan, seperti yang dilakukan Arohmanul. Di kantor polisi diakuinya, saat ini kesulitan berjualan nasi goreng keliling, meskipun harga sepiringnya hanya Rp 12 ribu. Kelakuan Arohman berubah setelah perkenalannya denganĀ  pembeli nasi goreng yang dijualnya malam hari. Mengajaknya mencari jalan pintas bekerja tambahan dengan cara-cara yang dilarang.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat Reskrim, AKP Alexander Yurikho pada ungkap kasus di Mako Polres Tangsel, Senin (7/1/2019), mengatakan, Arohmanul selaku pengontrak rumah di RT 015/011, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual nasi goreng keliling pada malam hari, ditahan polisi karena melakukan pencurian motor.

Pekerjaan gandanya terbongkar pada Sabtu (29/12/2018) sekira jam 23.00 WIB, saat polisi yang sedang patroli mendengar teriakan “maling” kepada Arohmanul dan temannya, Dendy, yang berusaha kabur sehabis mencuri motor salah seorang warga. Namun polisi berhasil meringkus pria asal Brebes berusia 26 tahun karena kaget dan terjatuh dari motor yang dikenderainya pas mendengar suara tembakan peringatan anggota polisi anggota polisi berpatroli yang mengejarnya. Sedangkan Dendy malah berhasil melarikan diri.

“Tim Reskrim Polsek Pamulang Polres Tangsel melakukan pengembangan penyelidikan, di kediamannya ditemukan 3 unit sepeda motor plat No Pol motor yang sudah dicopot,” ungkap AKBP Ferdy Irawan.

Ditambahkannya, salah satu sepeda motor yang dicuri Arohmanul dan komplotannya adalah jenis Honda Beat No Pol B 6397 WJC, milik Edy, warga beralamat di Kampung Bulak Timur, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Ia melaporkan kehilangan motornya ke Polsek Pamulang, dengan LP/891/K/XII/2018/Sek.Pam Tgl 30 Oktober 2018.

Dalam pemeriksaan polisi, tambah Kapolres Tangsel lagi, Arohmanul mengaku melakukan pekerjaan maling sambil menjadi tukang nasi goreng agar tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, pekerjaan tersebut baru dilakoninya selama kurun 3 bulan.

Lebih lanjut dikatakannya AKBP Ferdy, dari interogasi yang polisi, modus yang dilakukan Arohmanul dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci palsu atau kunci leter “T”.

“Pelaku pun sudah lima kali melakukan pencurian kendaraan bermotor bersama temannya Dendy yang masih buron. Atas perbuatannya Arohmanul kami jerat Pasal 363 KUHPidana, yakni tindak pidana curanmor roda dua dengan pemberatan,” tandas Kapolres Tangsel.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply