Awali Semester, Sebelum Mengajar Siswa Guru SMP Dirghantara Peer Teaching Dulu



Suasana kegiatan para guru SMP Dirghantara saat peer teaching pada Senin-Rabu tanggal 7-9 Januari 2019

Peer teaching guru SMP Dirghantara, Legok, Kabupaten Tangerang diikuti dengan tekun oleh para peserta

LEGOK, KAB TANGERANG | BantenLink — Pascaliburan, nenjelang kegiatan belajar mengajar (KBM) semester kedua tahun pelajaran 2018/2019, para guru semua mata pelajaran (mapel) yang mengajar di SMP Dirghantara, Legok, Kabupaten Tangerang, menggelar peer teaching atau simulasi mengajar yang dilakukan guru terhadap guru. Semacam pendidikan kilat (diklat) tersebut dilaksanakan di sekolah berlokasi di komplek STPI selama tiga hari, mulai tanggal 7-9 Januari 2018.

Menurut Kepala SMP Dirghantara, Aden N SPd, pelaksanaan peer teaching bermanfaat dalam memperbaiki kualitas didaktik, karena bisa untuk mengoreksi atau memperbaiki cara mengajar atau penyampaian guru pada peserta didik. Untuk itu, agar kegiatan berjalan lancar para siswa selama tiga hari masih diliburkan atau belajar di rumah.

“Kami mengadakan peer teaching agar sewaktu KBM nanti guru kembali dalam kondisi siap mengajar siswa setelah di-upgrade dulu. Ibarat kenderaan, sudah diservis lagi kesiapannya agar bisa berjalan dengan baik. Kalau kenderaan mau jalan istirahat, kan dilihat kondisi akinya, anginnya, olinya, baut-bautnya dan sebagainya apakah kondisinya OK,” analogi Aden yang disampaikannya pada bantenlink.com, Rabu (9/1/2019).

Peer teaching sebagai praktek mengajar yang dilakukan guru kepada guru secara bergantian, jelasnya, berguna menambah untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan mengajar. Sebagai implementasinya di SMP Dirghantara, lanjutnya, kepiawaian guru menyampaikan materi secara baik ke peserta didik dalam KBM, bermuara pada output yakni pendidikan  berkualitas, sehingga lulusan sekolah mendapat kepercayaan masyarakat.

“Dalam diklat yang diikuti guru semua mapel ini, kemampuan mengajar para guru dipantau dan dinilai guru lainnya, sebagai ukuran berhasil atau tidaknya mengajar dalam KBM. Pada peer teaching ditekankan berbagai pendekatan teori atau metode mengajar secara konvensional dan mutakhir yang membuat pengajaran menjadi efektif, menarik dan baik,” papar Aden.

Lanjutnya lagi, dalam peer teaching penerapan kurikulum tidak hanya menekankan aspek keilmuan dan keterampilan, tapi juga mecakup muatan nilai-nilai kedaerahan serta karakter bangsa yang ada dalam pembelajaran. Tentunya dimaksudkan agar para siswa agar pintar, berketerampilan serta mempunyai karakter kepribadian yang baik.

“Dalam peer teaching yang kami laksanakan selama tiga ini, dibahas juga tentang standar pokok pendidikan, dan apa saja terkait guru dan murid agar mutu KBM berkualitas. Di depan kelas guru mengajar teman-temannya sendiri yang sebenarnya sudah pintar. Tapi kan pasti adalah yang masih kurang pas. Setelah mendapatkan evaluasi atau koreksi dari guru lainnya seorang guru akan berubah baik, cara mengajarnya pada KBM membuat peserta didik senang, sesuai yang diharapkan,” tandas Aden.

EDY TANJUNG

Tags:

Leave a Reply