Warga Diminta Tak Sungkan Bertanya Soal Radikalisme, Komunisme dan Terorisme



Sosialisasi Anti Radikalisme, Komunisme dan Terorisme di aula desa Mekarjaya, Sabtu (28/12/2018)

PANONGAN, TANGERANG | BantenLink — Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, menyarankan warganya agar jangan sungkan bertanya pada anggota TNI saat memmbahas tentang antiradikalisme, komunisme dan terorisme.

Hal tersebut dikemukakan Kades Mekarjaya, Komaruddin, dalam sambutan pembukaan “Sosialisasi Anti Radikalisme, Komunisme dan Terorisme” yang dihadiri Bati Tuud, Sekdes, Babinsa, tokoh dan masyarakat, berlangsung di aula desa setempat, Sabtu (26/12/2018).

“Jangan sungkan-sungkan bertanya soal keamanan, radikalisme, pertahanan sipil dalam mengamankan wilayah desa Mekarjaya,” ujar Komaruddin di sambutan pembukaan sosialisasi anti radikalisme, komunisme dan terorisme tersebut.

Pada bagian lain Kades Mekarjaya menyebutkan masih adanya bahaya laten komunis yang penyebarannya harus dicegah berkembang di desa Mekarjaya.

“Jadi intinya desa Mekarjaya harus bebas dari bahaya radikalisme dan terorisme. Juga jangan sampai desa kita terpapar komunisme,” papar Komaruddin.

Sementara, Bati Tuud Koramil 14, (sebelumnya Koramil 21 Panongan), Pelda Misbah, menjadi narasumber pada sosialisasi anti radikalisme, komunisme dan terorisme yang diadakan di aula desa Mekarjaya itu.

“Hati-hati dengan demo yang bisa disusupi provokator karenan dapat menciptakan suasana tidak aman dan nyaman bagi masyarakat. Demo provokatif berpotensi menyebabkan radikalisasi. Semoga demo seperti ini tidak terjadi di desa Mekarjaya Panongan,” pesan Pelda Misbah.

Untuk keamanan dan kenyamanan di desa Mekarjaya, diingatkannya, agar seluruh warga desa Mekarjaya harus berprinsip damai dan jangan mudah tersinggung. Menurutnya, kalau ada ribut-ribut, harus ada yang legowo atau mengalah.

“Tingkatkan silaturahmi yang ditandai dengan berjabat tangan. Jika tidak dapat bertemu dapat bertegur sapa lewat alat komunikasi handphone atau chatting-an WA,” jelas Pelda Misbah.

Terkait peranan Bintara, pembina desa (Babinsa), lanjutnya, kinerjanya di desa pantas dibanggakan. Babinsa menjadi ujung tombak dalam mencari informasi masalah keamanan. Meski begitu, Babinsa sendiri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dibantu masyarakat.

“Untuk keamanan desa, kalau ada warga yang mencurigakan agar melapor kepada Binamas atau Babinsa. Kalau ada warga yang baru ngontrak, harus diketahui identitasnya. Agar tidak terjadi hal yang diinginkan harus berkordinasi,” imbuhnya.

Katanya lebih lanjut, dulu di Citra Raya waktu dirinya baru menjabat, ada rumah yang dijadikan pabrik narkoba. Penyebabnya, karena warganya sibuk dengan diri masing-masing, sehingga tidak tahu kegiatan di lingkungannya.

“Tapi syukurlah sekarang peristiwa tersebut tak terulang lagi, karena warganya sudah proaktif, saling berkordinasi dan mau berbaur warga satu dengan warga lain,” tandas Misbah.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply