Kakek Ini Sampai Mau Bayar Biaya Rumah Sakit yang Sudah Ditanggung BPJS



Habibullah dianugerahi cucu yang ke-12 dari putri kelimanya

KARAWACI, KOTA TANGERANG | BantenLink —
Saking senangnya mendapatkan cucu lagi, seorang kakek ngotot ingin membayar biaya persalinan di rumah sakit, meskipun putrinya dan cucunya sudah ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Peristiwa itu terjadi saat Pimpinan Pondok Pesantren Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas (YMDAI), Ustadz Endang Haryana Tajuddin Syarif mendengar kabar cucu ke-12 dari putri kelimanya, Nyimas Ayu Nur Syafitri, telah lahir di RS Sari Asih, Karawaci, Kota Tangerang, Minggu (30/12/2018) pada jam 09.20 WIB.

Cucu ulama thariqah yang lebih dikenal dengan gelar Habibullah Alfaqir Albantani lahir setelah mendapat pertolongan persalinan Nyimas Ayu dengan proses caesar oleh dr Agung BH SpOG di rumah sakit Sari Asih Karawaci Kota Tangerang.

Namun karena salah seorang anaknya bernama Wida memberikan penjelasan biaya persalinan sudah ditanggulangi BPJS Kesehatan dari pembayaran asuransi, diketahuilah alasan sang kiai bahwa dirinya merasa senang dengan lahirnya cucu ke-12-nya. Keinginannya untuk membayar biaya rumah sakit dimaksudkan sebagai bentuk syukuran.

Ingin persalinan berjalan cepat

Sebelumnya, Nyimas Ayu Nursyafitri dan suaminya Supri Andriyani sempat gelisah yang sudah sehari semalam menanti kelahiran buah hatinya. Tapi sampai pagi harinya posisi baru pembukaan lima meskipun sudah dirawat dan diinduksi selama sehari di rumah sakit.

“Tentunya sebagai kakek dan nenek yang menginginkan persalinan anak kami bisa terlaksana dengan cepat,” ungkap Ustadz Endang Haryana.

Dijelaskan Pendiri Ponpes Thariqah Qadriya wa Naqsabandiah yang bernasab kepada KH Ahmad Kadzim bin Asnawi Caringin ini, tak ada yang diinginkannya kecuali bagaimana persalinan bisa berjalan lancar.

Habibullah Alfaqir Albantani sebelumnya juga sempat agak kaget mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit bahwa putri kelimanya ada kelainan jantung. Termasuk tentang adanya penggantian dokter yang menangani sebelumnya dengan alasan sakit.

“Kalau penanganan lambat, saya pun ingin memindahkan putri saya dari Rumah Sakit Sari Asih Karawaci ke RS Siloam,” ujarnya pada bantenlink.com.

Saat hal ini disampaikan pada pihak rumah sakit, akhirnya dr Agung menyampaikan bahwa pasiennya Nyimas Ayu yang akan melahirkan anak pertama sudah ditangani dan sedang dalam pembiusan lokal untuk melakukan operasi.

“Kami akan berupaya secara maksimal agar persalinan lancar,” ucap dr Agung.

Operasi caesar pun dilaksanakan setelah Supri Andriani selaku suami Nyimas Ayu menandatangani surat pernyataan. Kegelisahan dokter Agung memberitahukan kepada keluarga Nyimas Ayu bahwa operasi yang dilakukan sudah selesai.

EDY TANJUNG

Leave a Reply