Tahanan Diceramahi Ketua MUI dalam Ungkap Kasus Polresta Tangerang



Didampingi Kapolresta Tangerang, Kombes HM Sabilul Alif, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ues Nawawi, memberikan tausiah kepada sejumlah tahanan saat press release ungkap kasus akhir tahun 2018, yang dilaksanakan Mapolresta Tigaraksa, Senin (31/12/2018)

TIGARAKSA | BantenLink — Press Release Akhir Tahun 2018 Polresta Tangerang di Tigaraksa, Senin (31/12/2018), menghadirkan Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, KH Ues Nawawi, untuk memberikan siraman rohani kepada sejumlah tahanan kepolisian setempat.

Kapolresta Tangerang, Kombes HM Sabilul Alif mengungkapkan, kegiatan press release selain sebagai silaturahmi juga ungkap kasus dan kinerja Polresta Tangerang selama 2018. Diantaranya meeliputi kasus pidana narkoba, curas, curanmor, pelanggaran lalu lintas, uang palsu, perempuan dan anak,. Sedangkan untuk kinerjalainnya, menyangkut keamanan dan ketertiban, sosialosasi antisipasi hoax, kebhinnekaan dan agenda kepolisian lainnya.

Tak hanya dihadiri Ketua MUI, Press Release yang dihadiri para wartawan bertugas di kepolisian tersebut, juga diikuti Kasi Pidsus mewakili Kajari Tigaraksa, Danramil mewakili Dandim, Asda III mewakili Bupati Tangerang, unsur KNPI, Serikat Buruh serta Kabag dan Kasat di jajaran Polresta.

“Dalam kesempatan ini kami Kapolresta Tangerang, beserta jajaran mengungkapkan kegiatan Press Release Akhir Tahun 2018 sekaligus dalam rangka silaturahmi dan pertanggungjawaban Kapolres atas hasil kinerja sekaligus pemusnahan barang bukti,” ucap Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif.

Sedangkan Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Ues Nawawi, dalam kesempatan itu memberikan tausiah kepada tahanan Polresta Tangerang yang ditangkap karena melakukan berbagai kejahatan.

“Marilah bertobat atas kesalahan yang telah saudara-saudara lakukan. Sebab kejahatan yang dilakukan bukan berakibat kerugian untuk diri sendiri, tapi juga pada orang lain yang bisa menghancurkan atau merusak sendi-sendi kehidupan,” pesan Ketua MUI Ues Nawawi.

Dimintanya agar kedepannya para tahanan menghindari perbuatan yang dilarang agama dan negara. Disebutkannya, kejahatan bisa terjadi pada orang yang juga sebelumnya dikenal sebagai orang baik-baik.

“Contoh orang yang sebelumnya baik bisa jadi melakukan kejahatan korupsi. Kisah ahli ibadah yang disodorkan perempuan agar mau melakukan korupsi. Awalnya ketika diajak untuk berbuat jahat, ditolaknya. Namun saat disuguhkan khamar, sejenis minuman yang memabukkan, ia tidak bisa menolaknya,” tutur Ues Nawawi.

Ditambahkannya, setelah meminum khamar sang ahli ibadah akhirnya mabuk ,sehingga tak dapat menguasai diri, jadi mau bermain perempuan. Inilah yang menyebabkannya akhirnya melakukan korupsi. Disebutnya lagi, karena mabuk orang bahkan mau membunuh.

“Namun pelaku kejahatan sebenarnya mempunyai kesempatan yang luar biasa untuk sadar dan bertaubat. Seharusnya berterimakasih pada polisi yang telah menangkap, karena punya kesempatan untuk merenung dan merubah diri, agar kedepannya bermanfaat untuk diri sendiri bahkan orang lain,” papar Ketua MUI itu lagi.

Pada bagian akhir tausiahnya KH Ues Nawawi berpesan, agar para tahanan mengadapi masa depan dengan yang lebih baik. Dasarnya, bahwa Allah Maha Rahman dan Maha Rahim. Allah sendiri berbuat sesuai bagaimana pandangan hambanya. Jika pandangan manusia kepada-Nya baik, maka akan baiklah Dia.

“Semoga jika sudah bebas nantinya yang ditahan disini akan dapat berguna bag diri sendiri dan orang lain,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Leave a Reply