Caleg PDIP Amat Peko, untuk Ongkos Pergi Rapat Pernah Harus Jual Kambing Dulu



Caleg PDIP Amat Peko nomor urut 4 Dapil Panongan, Curug, Cikupa saat kedatangan tim pemenangannya di rumahnya, Sabtu (22/12/2018)

PANONGAN, TANGERANG | BantenLink — Amat Peko sebagai Caleg PDIP Daerah Pilihan (Dapil) 5 Kecamatan Panongan, Curug dan Cikupa, mengharapkan suara signifikan pada Pemilu 17 April 2019 agar dapat duduk di DPRD Kabupaten Tangerang agar bisa membawakan aspirasi dari masyarakat.

Menjadi Kader Partai bukan hal baru bagi dirinya. Saat disambangi di kediamannya, Sabtu (23/12/2018), menyebutkan, ikut berorganisasi politik dilakoninya sejak 1993.

“Sejak itu itu saya rasakan untuk pergi ikut rapat di DPC saja, begitu sulitnya. Saya sampai harus menjual kambing untuk ongkos, semata-mata karena cintanya berorganisasi,” ungkapnya pada bantenlink.com, Sabtu (22/12/2018).

Disebutkannya, saking susahnya menjadi kader partai pun dirasakan mantan lurah Mekarjaya, Kecamatan Panongan ini sampai mau melakukan apa saja.

“Saking cintanya kepada PDIP, saya pernah sebagai salah seorang mempertahankan partai yang di-zhalimi penguasa di penghujung pemerintahan orde baru. Maka jika ada yang menghina partai sekarang, berarti dia tidak pernah merasakan betapa tertekannya berpartai di masa lampau,” papar Amat Peko.

Dia menceritakan, jika saatbini dirinya mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang, itu pun bukan tanpa sebab. Tak lain ingin memotivasi pemuda putra daerah agar mau aktif di legislatif.

“Tentunya saya inginkan agar kecamatan Panongan yang sejak pemeran dari kecamatan Cikupa belum pernah ada dewan, nantinya bisa memiliki wakil rakyat putra daerah di DPRD Kabupaten Tangerang, yang akan bisa menampung dan mengawal aspirasi masyarakat agar dapat berperan membantu merealisasikan rencana pembangunan,” beber Amat Peko lagi.

Beruntung bagi Amat Peko dirinya pernah menjabat sebagai kepala desa sehingga banyak yang menyatakan dikenal banyak orang di kampungnya. Terlebih desa yang dipimpinya pernah meraih pemenang Juara Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tangerang beberapa waktu silam.

“Saya pun bersyukur memiliki pengalaman berorganisasi membuat dikenal di wilayah lainnya. Membuat saya yakin
untuk bisa masuk anggota Dewan asalkan. mau berusaha. Soal bagaimana hasilnya kembali pada hakikatnya berusaha dan berdoa,” imbuhnya.

Semangat Amat Peko menjadi bertambah jika mengingat pemilihan menjadi kepala desa Mekarjaya pernah mengungguli Kades yang sudah dua periode menjabat.

“Namun, meski jumlah keluarga saya lebih sedikit dibanding keluarga incumbent, tapi karena masyarakat menginginkan akhirnya saya terpilih juga,” ujar Amat Peko.

Dikatakannya, kunci keberhasilannya untuk bisa menduduki kursi DPRD, masyarakat jangan memikir recehan.

“Tanpa memikir masa depan kondisi masa depan kecamatan Panongan akan tetap seperti ini. Kalau memilih putra daerah, keika jadi sebagai anggota DPRD pasti akan meneruskan aspirasi. Jadi jika mau berubah semuanya saya serahkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara, erkait visi-misi, semua pekerjaan harus disesuaikan tupoksi yang sudah diatur. Dirinya semata-mata hanya memmpunyai niat yang agar putra daerah ada yang duduk di DPRD Kabupaten Tangerang.

EDY TANJUNG

Leave a Reply