Gubernur Wahidin Laporkan ke Mendagri Kondisi Gelombang Pasang Banten



Gubernur Banten Wahidin Halim

SERANG, BANTEN | BantenLink — Gubernur Banten, H Wahidin Halim, Minggu (23/12/2018), menyampaikan kepada Mendagri di Jakarta hasil pantauan terakhir gelombang pasang yang menghajar sejumlah pesisir pantai, yang terjadi sekitar pukul 03.15 WIB dinihari.

“Saya Gubernur Banten melaporkan kejadian gelombang pasang yang terjadi di pantai barat Provinsi Banten, hari Sabtu, tanggal 22 Desember 2018, malam hari sekitar pukul 21.27 WIB,” ungkap Gubernur Banten pada rilisnya.

Info sementara, lanjutnya, laporan petugas pada pukul 03.55 WIB, akibat bencana berdampak pada sejumlah korban manusia dan material di daerah pantai selatan, seperti Kabupaten Pandeglang dan di wilayah Anyer, Kabupaten Serang.

“Wilayah yang terkena musibah Banjir antara lain, pantai Tanjunglesung, pantai Sumur, pantai Teluklada, pantai Panimbang dan pantai Carita,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kerugian sementara yang tercatat, di Kecamatan Carita 6 orang meninggal dunia dan 50 orang menderita luka-luka. Sedangkan kerugian materil sebanyak 15 rumah rusak berat, 8 hotel rusak berat, 5 unit kendaraan R4 rusak dan 15 unit kendaraan R2 15 rusak.

“Di Kecamatan Panimbang 4 orang meninggal, 40 orang luka-luka, 15 rumah rusak berat, 1 hotel rusak berat, 2 kendaraan R4 rusak, 8 kenderaan R2 rusak. Di Kecamatan Sumur 4 orang meninggal, 60 orang luka-luka, 13 rumah rusak berat, 3 kendaraan R4 rusak dan 15 kenderaan R2 rusak,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan Wahidin Halim, kondisi ketinggian air diperkirakan sempat naik ke permukaan kurang lebih 100 meter dari bibir pantai dengan kedalaman setengah meter.

“Saat kejadian keadaan masyarakat panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri masing masing menuju ketinggian di sekitar wilayah masing masing,” terang Gubernur Banten lagi.

Sementara, dari laporan kejadian di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, terdapat sejumlah hotel di sekitar tepi pantai yang juga terkena gelombang pasang. Pemprov Banten pun masih menunggu data laporan, karena posisi jalan masih tertutupi bangunan bangunan yang rubuh serta pohon-pohon yang tumbang di sekitar jalan.

Wahidin Halim juga berjanji akan kembali melaporkan dan terus melakukan update data setiap saat kepada Mendagri.

IST/ED

Leave a Reply