Dindik Lomba Ekskul Dadakan, Kepsek: Kurang Siap, Jadikan Motivasi!



Penilai LUTB Muttaqin, pengawas Dinas Pendidikan Kab Tangerang Heppi dan Kepala SDN Cukanggalih IV Neneh saat pelaksanaan lomba ekskul, Rabu (19/12/2018)

Penilaian ekskul LUTB di SDN Cukanggalih IV, Rabu (19/12/2018)

CURUG, TANGERANG | BantenLink — Menjelang libur sekolah pasca Penilaian Akhir Semester (PAS), Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang menggelar Lomba Ekstra Kurikuler (Ekskul) di beberapa sekolah yang ada di wilayahnya.

Beberapa kepala sekolah menuturkan, agak kaget mendapat giliran lomba mendadak itu. Meski begitu, menganggapnya sebagai motivasi untuk mendapatkan mutu pendidikan yang lebih baik.

Muttaqin,salah seorang dari tim penilai lomba ekskul dari Dindik Kabupaten Tangerang, mengungkapkan lomba ekskul yang diadakan adalah dalam mengukur pencapaian yang telah dilaksanakan sekolah. Terlebih ekskul masuk dalam Dana Operasional Sekolah (BOS).

“Sebenarnya omba ekskul ini tidak mendadak. Kami sudah mempersiapkannya sejak 6 hari lalu dan hari ini merupakan hari yang keempat,” katanya.

Muttaqin menambahkan, sebagai tim penilai pihaknya juga menilai perolehan prestasi yang dicatat sekolah selama 3 tahun terakhir.

Terkait yang dilombakan, Muttaqin menyebutkan, dibagi katagori Pramuka (LTUB/Paskibara), olahraga, seni dan agama.

Hal sama dikemukakan pengawas bernama Heppi.

“Walaupun waktu pelaksanaanya mepet, tapi kota semua berharap lomba ekskul dapat berjalan dengan lancar,” ujar Heppi.

Dikatakannya, dirinya juga memaklumi pelaksanaan lomba di waktu yang mepet.
Selain itu, jumlah tim juri seharusnya ada tiga orang, lantaran mepetnya waktu akhirnya disepakati pembagian tugas sampai tiga kecamatan, seperti kecamatan Curug, Kelapadua dan Legok.

“Walaupun tergesa-gesa, namun penilaian lomba hasilnya harus objektif dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Heppi lagi.

Ditambahkannya, lomba ekskul yang dipertandingkan sekaligus dengan

“Jadi pengadmistrasiannya sendiri bukan semata-mata untuk mendapatkan juara, tapi agar mendapatkan pengalaman tapi juga pembelajaran atau pengarahan dan masukan dari tim juri.

“Lomba ekskul sendiri harus disertai administrasi. Soalnya, kalau lomba tidak didukung administrasi, nanti dianggap tidak kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Neneh, salah seorang yang melaksanakan lomba ekskul, mengakui lomba ekskul dapat dijadikan sebagai motivasi untuk kemajuan sekolahnya. Pihaknya juga menyadari memiliki keterbatasan dan kurang persiapan dalam mengikuti lomba ekskul.

Di SDN Cukanggalih 4 dibawah kepemimpinannya, terangnya, melaksanakan lomba tata upacara bendera (LTUB), meski untuk mengikuti lomba. baru dikabari sehari sebelumnya.

“Sungguh kami menyadari, tujuan berlomba ekskul bukan semata untuk mendapatkan juara. Tahu, banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Jadi, dengan adanya lomba ekskul ini, tentunya akan mengetahui kelebihan dan kekurangan anak,” ungkap Neneh.

Dia melanjutkan, lomba ekskul dapat dijadikan sebagai motivasi bagi SDN Cukanggalih 4 yang memiliki ekskul diantaranya baca tulis Alquran dan kesenian marawis.

“Kami tidak mengharapkan juara, tapi semoga lomba ekskul ini bermanfaat bagi anak. Kami juga butuh pengarahan dari penilai yang dapat kami jadikan sebagai masukan yang berguna dan berharga bagi kami,” tandas Neneh.

EDY TANJUNG

Leave a Reply