Keren! PAS di SMP Dirghantara Menggunakan Komputer, Kepsek: Sekaligus Uji Coba UNBK



Para siswa kelas 9 SMP Dirghantara tekun mengikuti UAS dengan menggunakan komputer. Foto diambil pada Rabu 5 Desember 2018

LEGOK, TANGERANG | BantenLink — Penilaian akhir semester (PAS, dulu UAS: ujian akhir semester) kelas 9 SMP Dirghantara Legok, Kabupaten Tangerang, yang sedang berlangsung pada pekan ini, sekaligus dijadikan sebagai ajang persiapan atau uji coba menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 2019.

Pantauan bantenlink.com pada Rabu 5 Desember 2018, kegiatan ujian yang diikuti sebanyak 139 siswa kelas 9 SMP Dirghantara, tampak tenang dan berjalan lancar. Pasalnya, ujian berbasis komputer merupakan hal yang baru bagi para siswa, karena pada 2018 masih UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil).

Namun pada akhir semester pertama tahun ini siswa kelas 9 sudah mulai meninggalkan ujian berbasis kertas dan pencil. Hal ini telah dimulai pada PTS (penilaian tengah semester, dulu UTS: ujian tengah semester) lalu, pada saat ujian pihak sekolah mulai berupaya menggunakan sistem komputer, meskipun hanya dengan menggunakan handphone android yang dimiliki siswa.

Kepala SMP Dirghantara, Aden Niranggana SPd, membenarkan berbagai upaya dilakukan sekolah agar para siswa kelas 9 dapat menggunakan ujian dengan menggunakan komputer di sekolah, termasuk menghadapi UNBK tahun 2019.

“Pada PTS belum lama ini, agar para peserta didik kelas 9 tidak gaptek (gagap teknologi), peserta didik kami latih dulu dengan menggunakan handphone android yang siswa miliki. Sekarang siswa sudah siap mengikuti PAS dengan dengan menggunakan komputer,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, pelaksanaan PAS dan uji coba ujian berbasis komputer dimaksudkan agar siswa familiar menghadapi UNBK 2019 dan memudahkan anak ujian nantinya.

“Sehingga pada UNBK 2019 nanti anak-anak lebih siap dan dapat mengerjakan ujian dengan lancar di sekolah kami secara mandiri,” tambah Aden.

Dikatakannya lebih lanjut, seluruh ujian mata pelajaran di PAS yang sedang berlangsung itu semuanya menggunakan komputer. Metode pelaksanaan dibuatkan persis menyerupai peraturan UNBK pada UN (Ujian Nasional).

“Sedangkan untuk pengoreksian dilakukan, kami juga melakukan metode scan sehingga penilaiannya dijamin dan pasti akurat,” ujar Kepala SMP Dirghantara yang tempat sekolahnya berlokasi di kawasan lapangan udara Budiarto dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) itu lagi.

Pada bagian lain Aden mengakui, untuk pelaksanaan PAS dengan komputer, sekolah baru bisa menyediakan komputer sebanyak 26 unit. Tidak semua murid kelas mengikuti PAS dengan komputer.
Murid kelas 7-8 mengerjakan soal PAS masih berbasis kertas dan pensil.

Harapannya, kedepan jika sarana dan prasarana memadai seluruh kelas dapat ujian dengan komputer secara serempak.

“Murid kelas 9 ada 4 kelas, kini semua ikut PAS menggunakan komputer. Karena sekolah masih kekurangan perangkat komputer, PAS yang dibagi dalam 4 sesi. Alhamdulillah, PAS dengan komputer dapat berjalan lancar. Sedangkan untuk kelas 7 dan 8 insyaalah mengikuti. Tentunya, nanti semua kelas akan meninggalkan sistem ujian berbasis kertas dan pensil,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply