PABRIK BESI REBUTAN AIR DENGAN WARGA SERDANGWETAN

Jpeg

Jpeg


TANGERANG, BantenLink – Warga RT 03 RW 03 Desa Serdangwetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten mendadak dihebohkan kekeringan akibat musim kemarau. Kalau tahun lalu masa kering  8 bulan tak masalah, sekarang baru berjalan lima bulan tak turun hujan beberapa sumur warga yang sudah kekeringan.

Akibatnya, mau tak mau beberapa warga memperdalam sumur bor, termasuk salah satu milik warga bernama Udin,  yang harus mengebor lagi hingga dua  puluhan meter. Namun saat lelaki 40 tahunan ini  mengangon kambing di dekat amprak bekas galian pasir dekat rumahnya, sangat kaget puluhan pekerja sedang membuat saluran dari amprak berisi air untuk mengalirkan ke bekas galian pasir kering milik PT Hua Lin, sebuah pabrik besi di Desa Mekarjaya di wilayah lain.



“Kejadian ini saya sampaikan kepada tokoh masyarakat, ketua pemuda, BPM dan akhirnya  bersama-sama menutup kembali saluran air dari amprak yang penuh air, yang  tak tahu siapa pemilik tanahnya, ke yang sudah kering tempat Hua Lin mengambil air sebelumnya,” ujar Udin, Sabtu (26/09/2015) pukul 09.00 Wib pagi.

Kemudian warga mendatangi  pabrik besi Hua Lin untuk meminta agar menghentikan penggalian saluran dari sumber air di lingkungan mereka. Para warga yang mendatangi kantor Hua Lin beralasan, kalau air amprak dipakai pabrik besi, bisa mengakibatkan seluruh sumur bor warga bakal kekeringan. “Namun pihak Hua Lin malah menyebutkan, jika warga kekurangan air bisa meminta ke pemerintah,” ungkap Udin

Hal ini juga diakui Sugeng ,73 tahun, yang merupakan orangtua Kepala Desa Serdangwetan, Hartono. Saat mendatangi kantor Hua Lin, warga tersebut mendapat informasi bahwa persoalan perebutan sumber air telah diserahkan pada Koramil Legok.

“Sebenarnya  kami  ingin tidak kekeringan karena air amprak yang selama ini tidak dipakai pabrik besi. Apalagi pabrik besi Hua Lin tidak berada di Desa Serdangwetan tapi di Desa Mekarjaya. Masih iya sih tempat lain yang mendapatkan nangka kampung kami  justru kebagian getahnya. Sekarang pun kami harus mendatangi Koramil Legok. Katanya untuk mediasi, tapi apakah kami akan ditakut-takuti? Beginilah nasib kami rakyat kecil, tak ada yang membela,”ujar Sugeng mengadu pada BantenLink. (EST)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply