Paguyuban AMS Rehab Rumah Ibu Aryati yang Hancur Diterjang Angin



Paguyuban AMS merehab rumah Ibu Aryati yang hancur lantaran diterjang angin puting beliung baru-baru ini

Rangkasbitung, Lebak | BantenLink — Angin puting beliung menerjang rumah warga. Akibat terjangan angin puting-beliung beberapa waktu lalu, satu kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggalnya. Karena rumah yang mereka tempati di Kampung Nameng, RT 03 RW 03, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tersebut hancur dan roboh, sehingga penghuni rumah harus mengungsi ke tetangga.

Selain bangunan rumah yang memang sudah keropos ditambah terjangan angin puting-beliung yabg terjadi pada hari Kamis (8/11/2018) lalu, seluruh bagian atap rumah juga badan rumah, yang akhirnya rumah tersebut roboh.

Menurut ibu Aryati, pemilik rumah melihat hancur dan tidak bisa ditempati lagi. Ia dibantu warga, langsung laporan ke pihak pemerintah setempat yaitu desa.

“Kalau peninjauan dari jajaran desa sudah, tapi sampai saat ini penanganannya belum. Bahkan kepala desa sendiri pun jangankan memberi bantuan menjenguk pun tidak ada,” ungkap ibu Aryati dengan nada yang penuh kecewa terhadap kepala desanya.

Tambahnya lagi, padahal ini kewajiban pemerintah khususnya desa yg harus lebih tanggap terhadap warganya yang terkena bencana alam seperti ini.

“Ya seharusnya seperti itu,” ucap salah satu warga yg ikut gotong-royong memperbaiki rumah ibu Aryati.

“Ini, kan mungkin sudah ada anggarannya dari pihak pemerintah daerah untuk warga yang kena bencana alam. Kalau pemerintah desa tidak bisa, tolong bantu mengurus pengajuan ke pihak kecamatan atau pemerintah daerah secara sungguh-sungguh, agar pihak pemerintah cepat merealisasikan bantuan tersebut.”

“Tapi nyatanya, sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya,” kata Suta selaku warga yang ikut prihatin atas musibah tersebut.

Setelah beberapa hari tidak ada respon dan tindak penanganan bantuan dari pemerintah, khususnya desa Sukamanah, maka, Paguyuban Angkatan Muda Sukamanah (AMS) bergerak untuk membantu warga yang terkena dampak angin puting-beliung tersebut.

Menurut Andri yang akrab disapa Abah Gede, selaku pembina AMS mengatakan, berhubung pemilik rumah yang dibantu juga oleh salah satu warga sudah melaporkan hal bencana yang dialami ke pihak pemerintah Desa Sukamanah. Pihak paguyuban AMS sangat senang dan harapan pemerintah desa dengan sigap menanggulanginya dan cepat memberi bantuan terhadap keluarga ibu Aryati yang rumahnya kena angin puting-beliung tersebut.

Tapi setelah diperhatikan hingga beberapa hari ini penanggulangan dan bantuan dari pemerintah belum juga kunjung datang, dan akhirnya Angkatan Muda Sukamanah (AMS) tidak bisa tinggal diam melihat warga masyarakat Desa Sukamanah harus terus-terusan mengungsi ke tetangga tanpa ada kepastian bantuan pemerintah itu ia terima.

“Kasihan kan keluarga ibu Aryati kalau terus-terusan ngungsi di rumah tetangga, sambil menunggu bantuan pemerintah itu datang yang belum dipastikan tersebut,” imbuh Abah Gede.

Maka Angkatan Muda Sukamanah di bantu para tetangga warga sekitar bahu-membahu gotong-royong membangunkan rumah ibu Aryati. Walaupun tidak permanen yang penting bisa dan layak dihuni atau di tempati.

“Untung ada Paguyuban AMS sehingga keluarga ini bisa menempati kembali rumahnya,” ucap salah satu warga yang ikut dalam gotong-royong tersebut.
Iya, padahal kita punya kepala desa tapi jangankan memberi bantuan menjenguk pun tidak,” kata warga lain yang sedang gotong royong.

Suasana sangat ramai penuh keakraban antar warga. Seolah rasa capek pun hilang karena mereka senang dan ikhlas membantu tetangga yang kena musibah, walaupun mereka sangat kecewa terhadap pemerintah desanya. Yang seharusnya tanggapan mereka ini menjadi kewajiban pemerintah setempat, khususnya Desa Sukamanah, agar bisa membantu masyarakatnya yang terkena bencana.

Namun tanggapan mereka tersebut jauh dari apa yg diharapkan, padahal masyarakat meminta bantuan tersebut bukan teruntuk individu aparat pemerintah, melainkan masyarakat meminta bantuan atas program-program pemerintah yang dalam hal ini sudah ada anggarannya untuk masyarakat yang terkena bencana alam.

Seperti yang dialami ibu Aryati tersebut, kehilangan tempat tinggal karena dampak bencana angin puting-beliung.

Tinggal bagaimana peran aktif pemerintah dalam hal ini Desa Sukamanah untuk merealisasikannya. Membantu warganya yang terkena musibah, lebih-lebih musibah bencana alam yang mengakibatkan satu keluarga harus kehilangan tempat tinggal.

KIRIMAN ACEP RUHIKMAT

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply