8 Bandit Curat Curas yang Bunuh Korban Disuguhi Timah Panas Vipers Tangsel



Konferensi pers didornya 8 pelaku pembunuhan dengan curat curas di Makopolres Tangerang Selatan

TANGSEL | BantenLink –Delapan orang yang merupakan kelompok pemain berasal asal Sumatra, yang dikenal sering melakukan tindak pidana, khususnya tindak pidana Curas maupun Curat, dengan modus menggunakan senjata api.

Kasus penembakan terhadap Jamal Putra (30), seorang penjaga toko accesoris Nia Collection, di Jalan Raya STPI KM 5, Kampung Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Hal itu disampaikan Kapolres Tangsel, KapoIres Tangsel AKBP Ferdy SIK MSi, saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Tangerang Selatan, Jalan Promoter Serpong, Senin (12/10/2018 )

Dalam kesempatan tersebut Team Vipers Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap delapan pelaku dalam kasus di wilayah hukum Polsek Curug, Polres Tangerang Selatan itu.

Wakapolres Tangsel didampingi oleh Wakapolres Tangsel Kompol Arman SIK MSi, Kapolsek Curug Kompol Tedjo Asmoro SH MSi, dan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander SH SIK MM MSi serta Kasubag Humas IPTU Sugiyono.

Kapolres mengatakan, para pelaku tersebut diketahui merupakan komplotan begal sepeda motor yang acap beraksi diwilayah Tangerang.

“Peluru ditubuh korban dicocokkan dengan senjata yang dimiliki pelaku, dan hasilnya pas,” kata Kapolres Senin (12/11/2018).

Ditambahkannya, para pelaku nekat menghabisi nyawa korban saat merampas Handphone milik korban. Khawatir korban berteriak, maka pelakupun menghabisinya.

Barang bukti yang disita petugas dari tangan par apelaku diantaranya adalah, 1 unit sepeda motor honda beat warna putih dengan nomor rangka MH1JFZ216HK105049 dan nomor mesin JFZ2E1109960.

1 buah sepeda motor honda beat waran hijau dengan nomor rangka MH1J5136CK783028 dan nomor mesin JF51E8784952. Serta 1 unit sepeda motor honda beat warna merah putih dengan nomor rangka MH1JFZ12XJK270781 dan nomor mesin JF1E2293099.

1 buah sepeda motor CB 150 R dengan nomor rangka MH1KC8212GK055403 dan nomor mesin KC82E1056868.

1 buah golok panjang sekitar 40 cm bergagang kayu, 1 buah Air Soft Gun sofyan gun merk JERICO, 3 buah gawang kunci LETER T, 11 buah mata kunci LETER T, 6 buah anak kunci motor, 7 buah HP berbagai merk hasil kejahatan, baju korban meninggal, alat komunikasi HP milik Korban dan para tersangka, serta jimat.

Ferdy mengatakan kepada awak media, kronologis kejadiannya korban Jamal Putra alias Jamal ditemukan meninggal.

“Pada waktu pemeriksaan ditemukan dua luka tembak di tubuh Jamal. Atas dasar periatiwa tersebut, Team Vipers gabungan Polres Tangsel dan Polsek Curug mengadakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penembakan tempat korban pertama kali ditemukan.

Selain itu polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di TKP. Beberapa saksi menyebutkan, mendengar suara letusan senjata di TKP pada ukul. 03.00 WIB dinihari. Namun pada waktu itu tak ada satu pun saksi mata yang melihat langsung.

“Setelah kejadian tersebut langsung dilakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di sekitar TKP. Berdasarkan hasil penyelidikan yang intensif dilakukan oleh Team Vipers yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Tangsel Kompol Arman SIK MSi.

Atas kejadian ini, polisi membidik dan mengamankan para pelaku, yakni yang sekarang telah berhasil diamankan. Dalam kejadian ini Polres Tangsel berhasil mengamankan tersangka sebanyak delapan orang.

Para terangka

Pelaku penembakan yaitu Hnd (30), warga Kampung Cikupa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak Banten, yang merupakan kapten atau pemimpin dari komplotan begal sepeda motor asal Lebak.

Mly (24), warga Kp. Cikupa Tugu, Cikarang Muncang, Kabupaten Lebak sebagai joki dari Hnd.

SAD (22), Kampung Cikupa Masjid, Cikarang, Muncang, Kabupaten Lebak sebagai Pembawa sepeda motor hasil curian untuk diserahkan kepada penadah di Lebak.

ATM, (38), warga Kampung Cibonar, Mekarwangi, Kabupaten Lebak, sebagai pembawa sepeda motor hasil curian untuk diserahkan kepada penadah di Lebak.

RYN (19), warga Kampung Cikupa Mesjid, Cikarang, Muncang, Kabupaten Lebak sebagai pemilih target motor yang akan menjadi obyek tindak pidana.

AS (18) warga Kampung Pematang Lojor, Desa Ciranten, Kabupaten Lebak sebagai penampung sementara motor hasil tindak pidana yang dilakukan oleh Tersangka 1 dan 2.

SMN (24), warga Kampung Guha, Kecamatan Mucang, Kabupaten Lebak, berperan sebagai penampung barang hasil kejahatan.

Dan, MMT (19) warga Kampung Guha, Kabupaten Lebak, berperan sebagai penerima barang hasil kejahatan para pelaku.

Dari ke delapan pelaku tersebut, 4 dianataranya terpaksa ditembak karena berupaya melawan saat sedang disergap petugas. Dan, tersangka Hnd meninggal dunia.

EDY

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply