Wafatnya Jaksa KPK, Agus Raharjo: Mohon Ikhlaskan Dik Herry!



Jenazah Herry Budianto sesaat akan dikuburkan di TPU Binong, Selasa (7/11/2018)

Ketua KPK Agus Raharjo memberi sambutan saat penyerahan jenazah Herry Budianto dari instansi KPK kepada Kejagung, Rabu (7/11/2018)

CURUG, TANGERANG | BantenLink — Terkait meninggalnya Herry Budianto Setyawan Ratnaputra bin Suratno, Selasa (6/11/2018), selaku jaksa penuntut umum (JPU) di KPK, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo, memohon agar keluarga yang ditinggalkannya mengikhlaskannya.

Permohonan tersebut disampaikannya disampaikannya di hadapan keluarga almarhum, petinggi KPK seperti Alexander Manuarfa, Saut Situmorang dan jajaran jaksa KPK serta Kepala Kejagung HM Prasetyo, Kabiro Umum Tejo Lukman dari Kabiro Pegawai dari Kejaksaan Agung.

Dia menyampaikan belasungkawa pada peosesi penyerahan jenazah Herry Budianto dari KPK kepada institusi tempat bernaung di Kejaksaan Agung (Kejagung). Yang diterima Kepala Biro (Kabiro) Kepegawaian Mashudi di kediaman almarhum, di Perumahan Griya Karawaci, Sukabakti, Curug, Tangerang, Rabu (7/11/2018).

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, Bu Suhemi, titip pesan mohon diikhlaskan. Pada dasarnya kita semua sedang antri. Tidak tahu siapa yang harus duluan,” ucap Agus Raharjo sesaat sebelum Herry Budianto dishalatkan di mushola terdekat rumahnya, untuk selanjutnya dimakamkan di TPU Binong.

Disebutkannya, jenazah Herry Budianto diserahkan kembali kepada Kejagung, karena merupakan instansi asalnya. Kabar mengejutkan, Herry berpulang kemarin jam enam sore. Ia mendadak sakit di kenderaan umum bus way.

“Setelah diambil langkah-langkah (ke rumah sakit), tapi Allah menentukan lain,” ungkapnya. Jenazah almarhum diserahkan ke Kejaksaan Agung melalui Kepala Biro (Kabiro) Kepegawaian Mashudi, untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarganya.

Dalam kesempatan itu Ketua KPK juga menceritakan, KPK merasa sangat kehilangan dan menyebutkan Herry sebagai pekerja keras. Selain itu jaksa satu istri yang sedang mengandung yang memiliki dua anak yang masih kecil itu dikenal low profil.

“Dik Herry itu pekerja keras, dikenal low profil, saya yakin sehari-hari Bu Suhemi menyaksikannya. Kami sangat berterima kasih pada jaksa Herry,” tandas Agus Raharjo.

Senada, Kabiro Kepegawaian Kejagung Mashudi, Herry yang merupakan sarjana hukum lulusan tahun 1997 Universitas Udayana Denpasar, Bali. Kemudian tahun 2000 itu meniti karirnya sebagai jaksa.

“Selanjutnya menjadi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) dan Bidang Pembinaan Kejagung. Terakhir Jaksa Herry dikaryakan Kejagung di KPK pada 20 September 2014 silam dan telah mendapatkan Satya Lencana bekerja selama 10 tahun, ” ungkap Mashudi.

Salah seorang saudara perempuan Herry, dalam sambutan selaku keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan rekan-rekan kerja almarhum.

“Kami memohon maaf bila almarhum mempunyai kesalahan, memohon doa agar diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di surga Allah.”

Turut belasungkawa disampaikan teman sejawat almarhum Muhammad Asri Irwan, yang juga jaksa KPK mengungkapkan rasa kehilangan sahabatnya Herry.

“Saya tidak menyangka akan kehilangan sahabatnya karena sebelumnya masih makan siang dan shalat Ashar bersama,” ujar Asri Irwan.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply