Ryan: Melestarikan si “Rambut Nenek” yang Mulai Langka



Ryan Adham Saputra, pelestari si rambut nenek

JAKARTA | BantenLink — Di usia ke-26 Ryan Adham Saputra Anggawijaya memang sosok sebagai salah seorang yang tepat digelari Menpora Imam Nahrawi sebagai wirausahawan muda pemula. Dia mendapat apresiasi atas prestasi gemilangnya berinovasi mengangkat jenis makanan jajanan “rambut nene” yang semakin langka dan dilupakan masyarakat.

Kisah awal usahanya menjadikan camilan tradisional arum manis yang juga dikenal dengan nama rambut nene ini dijadikan sebagai sumber ekononomi dan bisa membuka peluang kerja bagi bamyak orang. Inspirasinya timbul saat reuni tiba-tiba obrolan mengarah kepada cemilan yang suka dimakan sewaktu kecil yang penjualannya kini sudah jarang ditemukan.

Keinginan untuk berwirausaha rambut nene itu awalnya hanya sekedar by accident saja. Cemilan mirip rambut nenek-nenek kresukaan anak-anak yang dulunya penjualannya dijajakan atau di pasar, kini jarang ditemukan kecuali di tempat tertentu saja.

Atas kelangkaan makanan itulah keinginan Ryan bisa membuatnya. Maka dilalukannya riset kecil-kecilan untuk bisa membuat rambut nenek. Agar tahu cara membuat rambut nene, Ryan sampai belajar ke salah satu di Lamongan yang dikenal sebagai tempat produsen rambut nenek.

Yang membulatkan tekad Ryan agar dapat mewujudkan niatanya adalah untuk membuka peluang pekerjaan.

ide kratif berinovasi terus tanpa batasan untuk meningkatkan ekonomi. dan menghisupakan penganan tradisional bagaimana jika arus manis yang biasanya dibungkus plastik diganti dengan kaleng dengan branding konsep modern dan dijual dengan berbagai varian rasa.

Maka Januari 2018, dengan memanfaatkan sumber daya yang adaRyan mulai launching dan menjual Snazzy Boom secara online.

“Enggak nyangka cemilan mendapatkan respon yang lumayan. Dari modal Rp 3 juta Snazzy Boom kini sudah memiliki 300 titik areadiatributor dengan 3000 retailler atauagen yang tersebar di Indonesia,” ungkap lulusan jurusan Desain komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara ini.

Untuk mengembangkan usaha kini alumni Kampus Kewirausaahaan Umar Usman di Vila Pejanten. Besarnya usaha online-nya, kini mulai merambah kepada usaha offline dengan menyiapkan gerobak untuk penjualan penganan rambut nenek denga roti.

Prinsipnya jangan pernah menyesali Indonesia yang banyak masalah karena akan timbul ide kreatif yang dapat memberikan warga peluang kerja. Prinsipnya, ketika ada kesulitan di situlah orang mencarikan jalan keluar dengan ide-ide kreatif. Bermodalkan Rp 3 juta dengan dukungan banyak fihak, Ryan akhirnya memulai usaha baru yang idenya tidak disangka-sangka

Ed Tanjung

Leave a Reply