Bos “Snazzy Boom” Sedih ke Dispora Saat Raih Penghargaan Kemenpora. Ini Ceritanya



Ryan Adham Saputra mengacungkan tangan sesaat setelah menerima penghargaan Juara I Tingkat Nasional dari Kemenpora sebagai Juara Wirausahawan Muda Pemula Berprestasi Bidang Industri Pangan dan Kuliner, di Jakarta pada 29 Oktober 2018

Ricky Umar SH saat berada di kantor produk penganan arum manis dalam kemasan merek Snazzy Boom

TANGERANG | BantenLink — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tangerang dinilai kurang menghargai pemuda berprestasi yang menjadi Juara Pertama Tingkat Nasional Kategori Industri Pangan dan Kuliner yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), belum lama ini.

Menurut Ryan Adham Saputra yang menjadi Juara I lomba di event Penghargaan Pemuda Berprestasi Tingkat Nasional 2018 yang diselenggarakan di Balai Samudra, Kelapagading, Jakarta, menyatakan pencapaiannya di tingkat Nasional seperti kurang mendapat respon dan diapresiasi Dispora yang seharusnya memberikan pembinaan dan pengembangan seperti yang diamanatkan Undang Undang tentang Kepemudaan.

Dikatakan pengusaha jajanan arum manis dalam kemasan bermerek Snazzy Boom yang dijual secara online ini, sebenarnya dirinya pun tidak berkeinginan macam-macam. Tapi hanya merasa sedih, sebagai orang yang mewakili dan membawa nama baik daerah Kabupaten Tangerang, tempat tinggalnya, seperti dipandang sebelah mata Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat.

“Sayang sekali, sepertinya yang saya perjuangkan ini kurang mendapatkan apresiasi oleh Dispora Kabupaten Tangerang. Tidak ada satu orang pun yang mendampingi saya saat pemberian penghargaan dari Kemenpora. Ini berbeda dengan teman saya perwakilan Bali, yanh sampai dikunjungi oleh Kepala Dispora-nya di malam penganugerahan Penghargaan Pemuda Berprestasi Tingkat Nasional yang digelar Kemenpora. Kalau ada yang mendampingi dari pemerintah daerah, tentunya saya akan merasa lebih powerfull merasa sama dengan teman-teman dari daerah lain yang didampingi pejabatnya. Padahal, ini kan juga untuk membawa nama baik Kabupaten Tangerang,” paparnya pada bantenlink.com melalui WA, Kamis (25/10/2018).

Ditambahkannya, dirinya sedih, ketika mengetahui temannya yang menjadi perwakilan dari daerah Jawa Barat, mendapatkan pendampingan dari pemerintah
daerah, sedangkan dirinya tidak demikian. Bahkan diantara teman-temannya sampai membuatkan forum dengan berbagai pihak termasuk pemerintah untuk pendukungan sebagai bentuk apresiasi yang sangat diperlukan peserta lomba.

Saat bantenlink.com menawarkan akan menjembatani dengan dinas terkait agar tidak miskomunikasi, Ryan Adham Saputra menyatakan memang memerlukan dengan A Taufik selaku Kepala Dispora Kabupaten Tangerang. Ryan Adham Saputra menyatakan sangat senang sekali, karena hal ini merupakan kesempatan untuk bisa curhat, mengembangkan diri dan lebih membawa harum nama Kabupaten Tangerang.

“Soalnya sayang banget-lah kalau pemuda berpotensi tidak diperhatikan. Padahal sangat banyak entrepreneur-entrepreneur muda dan keren yang ada di Kabupaten Tangerang. Sebetulnya, kalau disadari mereka sangat berpotensi untuk membawa nama harum Kabupaten Tangerang,” katanya.

Payung Hukum

Hal senada disampaikan praktisi hukum di Banten, Ricky A Umar SH, yang juga sebagai orang tua Ryan Adham Saputra. Dispora Kabupaten Tangerang, ungkapnya, seharusnya memahami Pasal 13 UU No 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Dengan demikian, akan tanggap menangani pemuda berprestasi, apalagi berhasil menjadi juara pertama di tingkat Nasional.

Ricky Umar menuturkan, Ryan Adham Saputra pernah mengeluh kepadanya saat meminta rekomendasi untuk syarat mengikuti perlombaan tingkat nasional tersebut tak direspon Dispora Kabupaten Tangerang. Sedihnya, malah dikira minta sumbangan dengan mengatakan tidak ada anggaran.

“Tentu banyak pemuda berbakat dan ada. anggaran untuk kepemudaan. Untuk itu,
seharusnya Dispora mau proaktif terhadap para pemuda berbakat dan berprestasi, terlebih di tingkat nasional. Termasuk mau mengantar dan mendampingi peserta lomba seperti kebiasaan dari daerah-daerah lainnya,” kata Ricky Umar.

Disebut Keliru

Saat Bantenlink.com menghubungi Taufik melalui WA untuk meminta keyetangannya terkait kepada Pasal 13 UU No 40 tahun 2009, disebutkannya, kalau dalam pengembangan potensi kewirausahaan pemuda (pemuda berbakat) tidak mendapat perhatian pemerintah daerah itu merupakan hal keliru.

“Program dari Kemenpora bersifat umum, bukan mengatasnamakan pemerintah daerah. Artinya pemuda warga Indonesia dapat mendaftarkan diri atas nama pribadi masing-masing,” tulisnya.

Pemda Kabupaten Tangerang, lanjutnya, dalam hal ini sudah memfasilitasi dengan mengeluarkan rekomendasi untuk Ryan Adham Saputra terkait sebagai syarat peserta. Bahkan pada bagian lain disebutkannya, di dinasnya ada kegiatan pelatihan kewirausahaan pemuda setiap tahunnya dilaksanakan.

Dia juga mengirimkan screenshoot percakapan Kepala Bidang Kepemudaan, Widodo, terkait berbagai hal menyangkut kegiatan yang diikuti Ryan.

Tapi saat screenshoot keluh-kesah Ryan di WA disampaikan kepadanya, Kepala Dispora Taufik malah balik bertanya. “Yang ini (WA) dari siapa, karena saya pasti kejar hal-hal yang berkaitan dengan tanggung jawab saya,” ungkapnya.

Setelah disampaikan, permasalahan sudah ditayangkan beberapa media (antara lain Radar dan Banten Benteng Pos) barulah didapat solusi darinya. Telebih setelah disampaikan Ricky Umar sangat geregetan pada perhatian dan kinerja Dispora Kabupaten Tangerang. Akhirnya Kepala Dispora Kabupaten Tangerang akan bertemu dengan Ryan pada Selasa 30 Oktober 2018 mendatang.

EDY TANJUNG

Leave a Reply