MUI Melarang Tegas Masjid di Jadikan Ajang Kampanye

TANGERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang melarang tegas menjadikan masjid sebagai ajang sarana kampanye politik yang kerap dilakukan oleh kandidat yang akan maju dalam Pemilukada Kota Tangerang 31 Agustus mendatang.Ketua MUI Kota Tangerang, KH Edi Junaidi Nawawi menegaskan, Ramadhan tahun ini erat sentuhannya dengan dinamika politik di Kota Tangerang, namun diingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan hal ini untuk menyinggung kandidat tertentu dalam ceramah keagamaan. “Ramadhan ini bukan Ramadhan politik,” ujar KH. Edi, Kamis (11/07/2013).



KH. Edi juga menegaskan agar tidak menggunakan mimbar masjid sebagai ajang kampanye politik pilkada. “Masjid bukan tempat sosialiasi cawalkot. Itu adalah sarana ibadah dan pembinaan umat,” tegasnya.

Ia berharap, Panwaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang menjatuhkan sanksi tegas kepada peserta yang mengeksploitasi tempat ibadah. Sebab, dia khawatir jika itu tidak diatur bakal menimbulkan perpecahan dan konflik antar umat, karena gesekan kepentingan politik.

“Tempat ibadah itu suci dan tidak boleh terkontaminasi dengan masalah sensitif yang bisa menimbulkan kerawanan sosial. Umat jangan sampai dipecah-pecah untuk kepentingan politik kandidat tertentu,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta dewan pengurus masjid bersikap independen, tidak memihak, apalagi jadi juru kampanye kontestan Pilkada. ”Area masjid harus dibersihkan dari segala macam kepentingan politik pilkada seperti spanduk, poster dan atribut-atribut kampanye para calon kepala daerah,” tuturnya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.