Kasus Penyelewengan Dana Bansos, Kejari Tigaraksa Masih Tutup Mulut



TANGERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa, masih terus memeriksa sejumlah saksi maupun terduga terkait Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) dari Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Provinsi Banten untuk Yayasan Al-Mukarobah di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang

Satu tersangka berinisial MT, selaku pengurus yayasan itu berhasil ditetapkan sebagai tersangka, pada Kamis lalu (4/7/2013).

Pasca penetapan status tersangka terhadap MT, hingga kini Kejari Tigaraksa belum juga mempublikasikan nama-nama tersangka berikutnya dengan alasan menjaga kerahasiaan metode penyelidikan dan penyidikan, mereka lebih memilih tutup mulut.

“Saat ini, pihak kejari belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut tentang masalah ini. Tunggu saja hasilnya, nanti pasti kami buka semuanya,” Ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tigaraksa, Ricky Tommy Hasiholan, Kamis (11/7/2013).

Lebih lanjut Ricky, pemberitaan yang gencar dilakukan media massa, terkait persoalan itu akhir-akhir ini, dinilai sangat mengganggu proses penyelidikan dan penyidikan.

Sehingga, dampaknya dapat menyulitkan para penyidik mengungkap sejumlah oknum yang telah menjadi target mereka. “Pekerjaan kami terganggu dengan sering munculnya berita di media soal kasus ini,” kata Ricky.

Sebelumnya pihak Kejari Tigaraksa sempat melakukan penggeledahan di kantor Gubernur Banten, pada Selasa (2/7/2013), Kejari Tigaraksa telah memeriksa 11 pejabat Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Banten dan beberapa pengurus yayasan Al-Muqarobah.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.