Ramadhan, MUI dan Bupati Tangerang Awasi Tempat hiburan Malam dan Restoran

TANGERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang mengeluarkan Surat Edaran tentang kewajiban penutupan tempat hiburan dan pengaturan jam operasional warung makan atau restoran. Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat diminta segera melapor ke Satpol PP dan polisi.

Ketua MUI Kabupaten Tangerang Moh Ues Nawawi menegaskan, berdasarkan surat edaran bersama MUI dan Bupati Tangerang tempat hiburan malam dilarang beroperasi. “Tempat hiburan malam sementara dilarang beroperasi selama bulan Ramadhan, guna menjaga kondusifitas dan kenyamanan umat dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhan,” kata Ues Nawawi, Kamis (11/07/2013).

Tidak hanya larangan operasi bagi tempat hiburan malam, MUI dan Bupati juga mengatur jam operasional rumah makan. Pemilik restoran atau rumah makan wajib mengalihkan jam pelayanannya dari jam 16.00 Wib hingga waktu sahur. Surat edaran ini diperkuat dengan instruksi Bupati Tangerang dan sudah diedarkan.



“Adapun pengawasannya kami minta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi. Ketika terjadi pelanggaran segera koordinasikan kepada aparat berwenang yakni Satpol PP dan Kepolisian. Kami tidak mengharapkan adanya aksi sweeping. Kalau ada pelanggaran biar kita percayakan kepada pemerintah dan pihak terkait,” tandasnya.

Kaum muslimin juga dihimbau menunaikan zakat, infaq dan shodaqoh melalui Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) setempat, sesuai ajaran syariat Islam. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk menghindari praktek maksiat, perjudian dan Minum Minuman keras, anarkis dan lainnya. Sehingga bisa merugikan kehidupan umat.

Sekretaris MUI Kabupaten Tangerang, Nur Alam menambahkan, dalam surat edaran bersama itu, MUI dan Bupati menghimbau kepada masyarakat untuk melaksankan ibadah Ramadhan dengan kusyuk dan tawadhu, penuh keimanan dan ketakwaan serta keikhlasan. “Perbanyak ibadah sunah di bulan penuh rahmat, magfiroh dan barokah ini. Dengan takmirul masajid berupa tarawih, ii’tikaf dan tadarus al qur’an,” pungkasnya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.