Polisi Tembak Seorang Perampok 212 Mart, Satu Lagi Buron



Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan saat konferensi pers penangkapan perampok 212 Mart Becongan, Kelapadua, Kabupaten Tangerang

KELAPADUA TANGERANG | BantenLink — Tim Vipers Polsek Kelapadua Polres Tangerang Selatan, dibawah pimpinan Kapolsek Kompol Stephanus Luckyto dengan Kanit Reskrim AKP Mukmin, pada Jumat 5 Oktober 2018, berhasil membekuk salah seorang dari dua pelaku perampokan 3 unit handphone, sembako dan snack di 212 Mart Bencongan, Kelapadua.

Menurut Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdi Irawan, Dennis yang merupakan pengangguran berhasil dilumpuhkan di tempat persembunyiannya jalan Mataram 14, Bencongan, setelah ditembak polisi kaki kanannya, karena melakukan perlawanan. Sedangkan Kiting hingga kini menjadi buronan polisi.

“Kedua pelaku telah sembilan kali melakukan aksi perampokan di berbagai toko di Kabupaten dan Kota Tangerang. Terakhir perampokan dilakukan mereka di 212 Mart beralamat jalan Pajajaran Raya 105, Bencongan, Kelapadua, Kabupaten Tangerang, pada sehari sebelum penangkapan,” papar AKBP Ferdi Irawan.

Ditambahkannya, kedua penjahat yang melakukan perampokan 212 Mart Bencongan, yakni Gondrong (30) dan Dennis alias Kiting (23) yang menggunakan clurit dan senjata api untuk kejahatan.

Awalnya, sekitar jam 21.40 WIB, Gondrong menodong karyawan bernama Faisal dengan clurit dan menyuruhnya masuk ke dalam gudang. Karyawan lainnya, Nazarudin, juga tak luput dari todongan, sehingga Gondrong berhasil merampas 2 unit handphone merek Xiaomi 4X milik korban.

“Dennis alias Kiting dalam aksinya belagak sebagai pembeli sembako dan makanan ringan, lalu menodong Nabila di kasir dengan senjata api berbentuk korek gas, dan merampas satu unit handphone Xiaomi 4X miliknya,” terang Kapolres Tangsel.

Setelah merampok di 212 Mart kedua pelaku melarikan diri dengan sepeda motor Beat tanpa plat nomor. Namun baru Kiting yang behasil dibekuk polisi, sedangkan Gondrong hingga kini dalam. pencarian.

Kedua perampok dijerat Pasal 365 KUHP yakni pencurian dengan ancaman kekerasan, serta Pasal 65 KUHP tentang perbuatan pidana yang dilakukan berkali-kali.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply