Sulitnya Pengganti Pemimpin, Ketua RW di Binong Serahkan Jabatan ke Sekretaris



Prosesi serah terima jabatan ketua RW 13 kepada Sekretaris RW, Sabtu (29/9/2018)

Serah terima jabatan ketua RW 13, Binong, dihadiri para tokoh masyarakat, termasuk anggota DPRD Kab Tangerang, Provinsi Banten dan caleg DPR RI

CURUG TANGERANG | BantenLink — Mencari orang yang mau menjadi pengganti ketua RW, memang gampang-gampang sulit. Sebab, di banyak tempat ada yang getol banget, sampai-sampai mencalonkan diri bak Pilkades, RW 13 Perumahan Binong Permai, justru sulit sekali mencari pengganti Ketua RW.

Seperti dialami Bambang Hermanto yang kesulitan mencari penggantinya yang semakin banyak kesibukan dan ingin regenerasi kepemimpinan RW. Pasalnya, meski aturannya satu periode jabatan hanya tiga tahun, namun Bambang telah menjabat selama dua periode, 10 tahun. Artinya, satu periodenya dijabat lima tahun.

“Sebenarnya saya sudah lama mau lengser karena sangat lama menjabat. Tapi disini kan tidak seperti tempat lain, orang-orang malah berebut menjadi ketua RW,” kata Bambang di sela serah terima jabatannya kepada Ketua RW baru, yang diadakan di balai warga RW 13 pada Sabtu malam Minggu, 29 September 2018.

Ternyata, kalau tidak memaksa minta lengser rupanya mungkin saja bisa-bisa Bambang akanbmenjabat seumur hidup. Tapi akhirnya dirinya bersyukur, pada serah terima jabatan yang disaksikan beberapa wakil rakyat itu, akhirnya telah ada yang mau menggantikan kedudukannya, yakni Hairul yang merupakan sekretarisnya sendiri.

Dalam sambutan Bambang mengucapkan terimakasih kepada unsur masyarakat yang telah membantu selama kepemimpinannya. Disampaikannya, sebelum serah terima jabatan, dirinya bersama 11 ketua RT telah melaksanakan rapat formatur yang memilih Hairul sebagai ketua RW 13 yang baru.

“Forum memilih Hairul sebagai ketua RW 13 untuk periode 2018-2021. Ini mandat kepercayaan berdasarkan rapat formatur para ketua RT yang menghasil musyawarah dan mufakat,” cerita Bambang yang bekerja sebagai dosen dan penceramah ini.

Di akhir jabatannya Bambang menceritakan, selama menjadi Ketua RW, dalam melayani dirinya selalu secepatnya melayani kebutuhan yang diperlukan warga. Sebagai laporan pertanggungjawaban dan keuangan, diungkapkannya hingga kini kas RW masih memiliki dana sebesar Rp 10 juta, yang berasal dari sisa pembayaran santunan kematian warga.

“Uang kas tersisa itu berasal dari iuran bulanan untuk kematian senilai Rp 3 ribu per KK. Telah digunakan untuk membayar santunan setiap ada kematian. Jadi, masih ada sisa untuk membiayai santunan sebanyak 10 orang lagi yang mau menyusul,” ungkapnya dengan bercanda.

Sementara itu, Hairul selaku Ketua RW 13 Kelurahan Binong yang dipilih, menerangkan sangat sulit untuk mencari pengganti ketua RW seperti Bambang Hermanto. Hal ini yang menyebabkan penggantian kepemimpinan RW tersebut sering tertunda.

“Sebenarnya saya sudah menolak diminta untuk menjadi ketua RW. Namun setelah shalat istikharah serta desakan para ketua RT, barulah saya menerima dan berpikir ini sebagai kepercayaan yang diberikan warga.

“Menjabat sebagai ketua RW 13 ini sebenarnya musibah bagi saya. Soalnya takut banget kalau tidak bisa menjalankan tugas secara maksimal sebagai amanah yang diberikan warga,” alasan Hairul mengapa dirinya selalu menolak menjadi ketua RW.

EDY TANJUNG

Leave a Reply