14 Pengeroyok Polisi Ciledug Pengawal Suporter Persikota Diciduk!



Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan, (berpakaian seragam polisi, tengah)

KOTA TANGERANG | BantenLink — Meski pelaku utama melarikan diri, Polrestro Tangerang berhasil membekuk sebanyak 14 tersangka pelaku tawuran dan pengeroyok polisi di jalan raya Ciledug, Larangan, Kota Tangerang pada 7 September 2018 sekitar jam 22.30 WIB.

Menurut Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan, serangan massa gang Blossom dan Kampung Bahagia di perbatasan Jakarta Selatan-Kota Tangerang terjadi terhadap suporter Persikota (Betman).

Serangan massa bersenjatakan batu, kayu, botol dan bambu diketahui dilakukan para
tersangka setelah menenggak minuman keras. Hal itu membuat sebanyak 10 petugas Polsek Ciledug harus mengevakuasi supoter Persikota ke kantor kelurahan Cipadu, seusai menonton pertandingan sepak bola di wilayah Jakarta Selatan.

“Tapi saat polisi mengawal suporter Persikota keluar kantor kelurahan Cipafu sekitar pukul 01.00 WIB, malah mendapatkan perlawanan dari massa yang diketahui diantaranya merupakan suporter Jakmania. Penyerangan dilakukan mereka dengan melemparkan batu, kayu, botol dan bambu,” ungkap Kombes Harry Kurniawan, Jumat (21/9/2018).

Kapolrestro Tangerang menambahkan, bukan suporter Persikota saja yang ditawuri, tapi juga polisi. Bahkan terjadi pengeroyokan salah seorang anggota polisi yang bertugas dari Unit Resmob Restro Tangerang Kota yang datang bersama tim buser Polsek Ciledug. Untunglah kondisi bisa dikendalikan setelah aparat mendapat bantuan dari Polda Metro Jaya, sehingga suasana bisa menjadi kondusif kembali.

“Tapi, meski tidak ada korban sebuah sepeda motor dinas polisi bermerek Kawasaki dibakar oleh provokator yang melarikan diri. Sedangkan satu mobil Gren Max milik Polsek Ciledug mengalami pecah kaca,” lanjut Kombes Harry Kurniawan.

Beberapa hari kemudian, katanya lagi, petugas Polrestro Tangerang menangkap para provokator dan pelaku tawuran. Diantaranya adalah yang memobilisasi massa lewat Watchapp dan melempari petugas.

“Ada pelaku yang memecahkan kaca mobil polisi dan membakar sepeda motor. Sedangkan Oleng, provokator dan pelaku tawuran yang membakar motor hingga kini masih buron,” beber Kapolrestro Tangerang.

Disebutkannya, polisi telah mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti berupa batu, kayu, botol dan bambu, termasuk golok dan kelewang. Sanksi pengeroyokan dan melawan petugas para tersangka dijerat berlapis, yakni dengan Pasal 170 dan 212 KUHP dengan ancaman 7 tahun dan UU ITE selama 6 tahun penjara.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply