Bertemu Utusan MPR RI, Lurah Binong Sampaikan Kemajuan Binong



Kabiro Sekretariat MPR RI H Muhammad Rizal SH msi dan Lurah Binong Masitoh SAg


TANGERANG | BantenLink — Lurah Binong, Curug, Kabupaten Tangerang mengapresiasi kedatangan Kabiro Sekretaris Pimpinan MPR RI, H Muhammad Rizal SH MSi atas kedatangan ke wilayahnya memberikan materi 4 Pilar Kebangsaan kepada pengurus LPM, PKK, DKM, para Ketua RW dan tokoh masyarakat se-kelurahan Binong pada temu tokoh kebangsaan yang duselenggarakan MPR RI bekerja sama dengan MUI Binong.

Temu tokoh bisa menjadi tempat bertanya untuk ilmu yang bermanfaat, dan dirinya nersyukur sebab yang hadir jumlahnya luar biasa. Terkait dengan temu tokoh di Binong satu RW jumlah mesjidnya ada yang 2.

“Saya bersyukur bisa bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat. Apalagi di medsos situasi panas. Selaku tokoh masyarakat harus bisa membuat masyarakat adem. Bisa menjadi air penyejuk. Sekarang rame ganti presisen, tetap dua priode merupakan hak azasi masing-masing. Yang penting NKRI,” ungkap Masitoh.

Dikatakannya, dengan adanya UU ITE sekarang, yang melakukan ujaran kebencian bisa kena pasal masuk penjara. Saya sendiri, tadi tidak ada facebook, tapi ada karena permintaan warga. Ternyata isinya luar biasa. Bisa permusuhan dari facebook.

Selain itu Masitoh menyampaikan pencapaian dilakukannya selama menjabat sebagai Lurqh Binong. Dikatakannya, tahun kemarin dirinya melakukan pembongkaran bangunan di atas saluran air dengan meminta tolong pada alim ulama. Membongkar bangunan dua lantai rumah dua lantai.

“Banyak yang teriak. Katanya, bangunan sudah dua puluh tahun baru lurah Masitoh yang berani bongkar. Saya bilang, bangunan di atas saluran air dilarang. Awalnya minta ganti rugi, tapi saya bilang jika ganti rugi kita bicara hukum membangun diatas saluran air, jika sewa 20 juta pertahun, hitung ganti rugi,” tutur Masitoh.

Akhirnya, katanya lagi, bangunan di atas saluran air Dibantu dibongkar sendiri dengan bantuan aparat. Warga dengan sadar membongkar bangunan di atas saluran air yang bukan haknya. Terlebih setelah ngobrol dengan Ustadz, yang heran punya rumah 60 meter dibuat jadi 70 meter. Tidak paham dalilnya.
“Got atau saluran air mampet karena banyak sampah dan menjadi tanggung jawab bapak-ibu. Jangan kalau mau kerja bakti alasan baru menicure-pedicure,” lanjutnya.

Tentang kemajuan Binong lainnya, dalam waktu dekat akan ada sambungan air bersih, tapi tidak bisa PDAM karena investor belum bisa masuk. Kalau bisa bergandengan tangan dengan Aryana yang akan menyambung 3000 titik, yang dialirkan ke Binong dari RW 11 hingga 16.

“Mengenai formulirnya ada di PKK. Minimal 1500 pesanan akan cepat disambungkan. Lebih cepat lebih baik. Warga Binong Makmur, artinya rumah dekat sumur. Jaga Binong, kalau warga berlomba-lomba membor lama-lama gorowong, amlas, semakin dalam. seperti di Jakarta. Maka tetangga akan kehabisan air. Kesempatan tidak sempat dua kali. Mari manfaatkan kesempatan agar mendapatkan air bersih.Untuk pesanan sambungan air bersih satu titik Rp 2 juta. Rekeningnya antara Rp 150-200 ribu sebulan.

“Terkait KTP yang lambat selesainya karena dicetak di Disdukcapil. Saya sudah berkali-kali dengan bu Camat mengusulkan lebih baik KTP dicetak di kantor kecamatan. Terakhir mari bersatu. Kemarin telah membuktikannya dengan karnaval budaya yang bertema Binong bersatu untuk menuju Tangerang Gemilang,” tandasnya.

Edy

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply