Kesbangpol Pesan Generasi Muda, Lihat Track Record Calon Pemimpin 2019



KegIatan penyuluhan Kesbangpol Kabupaten Tangetang, di Tigaraksa, Rabu (28/8/2018)


KAB TANGERANG | BantenLink – Generasi muda harus berpikir cerdas dalam memilih menghadapi Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 mendatang. Berpikir cerdas maksudnya, dalam memilih calon pemimpin, melihat lebih dulu track record calonnya. Tidak tergiur money politik pemberian uang Rp 50 ribu, namun membuat miskin lima tahun kemudiannya.

Hal itu dikemukakan aku Kabid Fasilitasi Pembinaan Politik Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten dalam penyuluhan bertajuk Pengembangan Budaya dalam Politik bagi Generasi Muda yang digelar di Tigaraksa, Rabu (29/8/18).

“Generasi muda agar mendapatkan pendidikan politik yang cerdas, karena sebentar lagi akan menghadapi pemilu 2019,” ujar Gustiawan dihadapan berbagai unsur pemuda dan ormas pada kegiatan dari siang hingga sore hari tersebut.

Dijelaskannya, dalam menghadapi Pemilu yang lebih baik, generasi muda sudah tentunya harus menggunakan hak pilihnya. Sejauh ini, tak lebih dari 70 persen pemuda yang menggunakan hak pilihnya.

“Semoga nanti para pemuda berpikir cerdas dalam menentukan pemimpin di Pemilu,” harap Gustiawan alam kegiatan bertema: “Generasi muda mengembangkan kesadaran politik meningkatkan peran aktif dan partisipasi” itu,

Sementara, Ahmad Hidayat selaku Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang, mengatakan, peranan instansinya dalam melaksanakan tugas tidak seperti Binamarga yang mengurusi masalah infrastruktur.

“Kesbangpol malah mempunyai fungsi yang sangat luas, karena dinamika politik sangat luar biasa. Diharapkan mampu membangun karakter pemuda dan agar terjalin persatuan dan kesatuan,” ujar Akhmad Hidayat.
Katanya lagi, tak bisa dipungkiri saat ini banyak pengaruh politik yang negatif, seperti hoax, faham radikal atau lainnya. Pengaruh negatif itu, lanjutnya, perlu ditangkal bersama dengan mengadakan kegiatan pembinaan kepada generasi muda.

“Pendidikan politik perlu dilakukan untuk menanamkan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga negara, sehingga diharapkan timbul partisipasi politik menghadapi tahapan Pemilu 2019 sudah dimulai,” kata Ahmad.

Partisipasi politik masyarakat menjadi tinggi, jika mencapai legitimasi yang baik dan mampu mendukung proses jalannya pemerintahan yang efektif.

“Generasi muda mampu membangun wawasan, norma, etika moral dan menegakkan aturan dan karakter individu, dalam lingkungannya sesuai asas Pancasila,” harapnya.

EDY

Leave a Reply