Alat Berdakwah, Santri Ponpes Miftahul Khaer Dibekali Skill Jurnalistik

Pimpinan Ponpes Miftahul Khaer, Kepala Madrasah Aliyah dan narasumber

Pimpinan Ponpes Miftahul Khaer, Kepala Madrasah Aliyah dan narasumber


Kepada Madrasah Aliyah dan Santri Ponpes Miftahul Khaer

Kepada Madrasah Aliyah dan Santri Ponpes Miftahul Khaer


TANGERANG | BantenLink — Peranan ulama dalam berdakwah menyiarkan agama Islam tidak terlepas dengan karya tulisnya. Seperti Syekh Asnawi al-Bantani, tersohor di dunia karena puluhan buku yang dikarangnya.

Hal itu diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khaer saat membuka Pelatihan Jurnalistik pada 126 santri kelas 2 Madrasah Aliyah. Kegiatan tersebut sebagai motivasi kepada para santri yang mondok agar memanfaatkan waktu dalam pembiasaan menulis.

“Kalau dulu ulama seperti Syekh Nawawi selalu memanfaatkan waktu untuk mengarang buku, sekarang pun masih sama halnya. Kalangan pesantren harus dapat memanfaatkan media sebaiknya agar tidak ketinggalan dari yang lainnya. Karena siapa yang memanfaatkan media akan bisa menguasai dunia,” papar Hafis Gunawan pada kegiatan yang berlangsung sehari, Kamis (25/5).

Untuk itu, lanjutnya, Ponpes Miftahul Khaer mengundang wartawan sekaligus penulis Edy Syahputra Tanjung memberikan pelatihan jurnalistik atau sebagai keterampilan yang mutlak dimiliki para santri agar masing-masing bisa menyiarkan kebaikan.

“Santri MK ada yang berprestasi hingga tingkat nasional dalam festival penulisan skenario fim santri. Saya juga ingin membuat surat kabar khusus bernama Suara MK (Miftahul Khaer) agar dapat menginformasikan kegiatan-kegiatan Ponpes dan lembaga pendidikan lainnya. Setelah mendapatkan pelatihan jurnalistik para santri MK akan dijadikan sebagai reporternya,” imbuh Hafis Gunawan.



Dia menambahkan, dengan diadakannya pelatihan jurnalistik yang mengarahkan santri sebagai reporter dan berkecimpung di dunia penerbitan akan menambah rasa percaya diri dan jiwa wirausaha sebagai bekal ketika berperan di tengah-tengah masyarakat.

Senada Pimpinan, Komarudin selaku Kepala MA menerangkan ketrampilan menulis sangat bermanfaat dimiliki setiap orang dalam upaya menyebarkan kebaikan. Bukan itu saja, dari kegiatan menulis yang dilakukan dapat menghasilkan pendapatan ekonomi yang menggiurkan.

“Seperti penulis Jk Rowing penulis Harry Potter sebagai Ibu rumah tangga yang karya fiksinya dicetak di berbagai negara. Sedang kisah penulis lainnya, banyak yang diundang kemana-mana bahkan mancanegara karena karya yang dibaca orang,” ujar Komarudin.

Sementara, Edy Syahputra Tanjung sebagai narasumber pelatihan Jurnalistik, mengajak para santri agar menuangkan yang terpikirkan dalam bentuk tulisan.

“Syarat menjadi wartawan atau penulis gampang. Tak perlu takut menuliskan tentang apa saja asal dengan kesopanan. Bakat memang perlu, tapi yang tidak berbakat pun bisa menjadi penulis dan wartawan. Jangan mudah patah semangat, yang penting teruskan saja menulis, nanti juga akan lancar. Kan pepatah bilang alah bisa karena biasa. Dengan banyak membaca insyaallah tulisan yang dikarang pun akan teratur” tandas wartawan dan penulis yang berkecimpung sejak kelas SMP di berbagai media lokal maupun nasional itu. (ed)

Santriawan Ponpes Miftahul Khaer

Santriawan Ponpes Miftahul Khaer


Santriawati Ponpes Miftahul Khaer

Santriawati Ponpes Miftahul Khaer

Tags:

Leave a Reply