Hebat! SMPN 1 Cisoka Meminjam Komputer demi Sukses UNBK

Suasana saat akan memulai UNBK di SMP Negeri 1 Cisoka

Suasana saat akan memulai UNBK di SMP Negeri 1 Cisoka

TANGERANG | BantenLink.Com — Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mulai dIlaksanakan se-Indonesia pada 2 Mei 2017, berlangsung selama 4 hari. Pencapaian kesuksesan selain sebagai sebagai transfer ilmu dalam pendidikan juga untuk mengukur kepercayaan dIri dan kemampuan siswa. Pasalnya, sebagai hal baru berbeda dengan ujian berbasis kertas murid kelas 9 sebelumnya. Peserta tidak bisa menyontek karena soal ujian berbeda-beda.

“Karenanya, saat SMP Negeri 1 Cisoka yang terletak di ujung barat Kabupaten Tangerang ditunjuk sebagai salah satu dari 5 sekolah yang diuji. Kami siap melakukannya. Padahal, komputer di sekolah kami jumlahnya kurang, sehingga harus meminjam laptop guru dan komputer milik SMK,” ungkap Zarkasih selaku Wakil Kepala SMP Negeri 1 Cisoka pada bantenlink.com.



Menurut Wakasek bidang kurikulum ini, di sekolah dengan lahan 18780 meter bersiswa 1138, guru 42 orang dan 27 rombel itu dilakukan satu gelombang, dan diikuti sebanyak 381 peserta da1am 3 sesi atau dIbagi 3 dalam sehari. Ada sebanyak 128 komputer yang dipakai, yakni 40 komputer milik sekolah, 50 komputer meminjam dari SMK Negeri 9 dan memakai 38 laptop milik guru.

“Tak persoalan pinjam-pinjam komputer, syukurnya, anakdidik kami sudah familiar dengan komputer. Diharapkan UNBK ini berjalan lancar karena kami pun melakukan tiga kali simulasi dengan terakhir kali gladiresik,” imbuh Zarkasih.

Sementara, Kepala SMP Negeri Cisoka, Pardi, menyebutkan, UNBK hari pertama adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Demi lancarnya UNBK, pihaknya mengikuti petunjuk pelaksanaan yang telah ditentukan. Dalam mengantipasi kendala yang kemungkinan bisa terjadi, telah dilakukan try out pada 17 Maret 2017. Soal internet tidak ada karena para guru rata-rata pernah UKG, plus terbiasa merangkap jadI teknisi. Masalah listrik dipastikan oke karena petugas diakuinya standby.

“Kalau komputer error serempak, kami langsung lakukan pengaduan ke pusat penyelenggaraan UNBK. Sedang untuk mengantisipasi pemadaman listrik kami sudah berkoordinasi dengan PLN wilayah Cikupa,” tandas Pardi. (ed)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply