Evaluasi Tiga Tahun BPJS Hadir di Banten untuk Sepakati Kenaikan Tarifkah?

Penandatanganan Kesepakatan Tarif BPJS

Penandatanganan Kesepakatan Tarif BPJS

TANGERANG | BantenLink.Com — Tiga tahun kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan adanya Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Provinsi Banten merupakan masa pemantapan dan sinergi para pihak atau stakeholder (pemangku kepentingan) untuk melayani masyarakat yang lebih sehat.

Hal itu terungkap pada kegiatan penandatanganan kesepakatan tarif bersama antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dengan Dinas Kesehatan dan stakeholder lainnya di seluruh Kota/Kabupaten se-Provinsi Banten.

Tapi ada masyarakat meminta, penandatanganan kesepakatan itu jangan sebagai pintu masuk bakal adanya kenaikan tarif untuk warga mendapatkan kesehatan.

“Iya, kalau pihak berwenang banyak yang telah melakukan memo kesepahaman, tidak tertutup kemungkinan nanti bakal terjadi kenaikan tarif BPJS,” ujar seorang warga pemegang kartu enggan menyebutkan nama.

Nota kesepahaman para pihak sendiri dilakukan di Hotel Atria Tangerang, Selasa ( 20/12/2016). Disebutkan sebagai evaluasi dari implementasi Peraturan Menteri Kesehatan No 25 Tahun 2016 dan Nomor 64 Tahun 2016, tentang standar tarif pelayanan kesehatan pada penyelenggaraan program JKN-KIS.

Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Banten, Benjamin Saut PS, mengatakan kesepakatan bersama bertujuan menyamakan persepsi dari pihak pemerintah maupun pemangku kepentingan.

Disamping itu,lanjutnya, dilakukan sebagai upaya peningkatan pelayanan program JKN, yang merupakan tanggung jawab semua stakeholder.

“Perlu kesepakatan tentang standar tarif pelayanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan selaku operator program JKN. Sebelumnya, standar tarif pelayanan kesehatan pada program JKN diatur dalam Permenkes Nomor 59 Tahun 2014,” ujar Benjamin Saut PS.

Dalam kesempatan itu disampaikan kesepakatan implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2016 dan No 64 Thn 2016, tentang standar tarif pelayanan kesehatan pada penyelenggaraan program.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Banten Yanuar juga menaruh harapannya dengan adanya pertemuan evaluasi dan penandatanganan kesepakatan. Dimintanya hal tersebut bisa menjadi komitmen bagi stakeholder.

“Maksudnya, perlu untuk mendukung terwujudnya JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan dalam program jaminan kesehatan nasional, terutama di wilayah Banten,” jelas Yanuar.

Asma di Usia Muda

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama juga ditandatangani nota kesepahaman dengan perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Benjamin Saut menyebutkan, pihaknya akan mengoptimalkan penanganan pasien asma, dimana sekarang bukan lagi menjangkiti pasien berusia tua, tapi juga yang berumur muda.

Dikatakannya, sejak tahun telah terjadi penyakit Asma yang bukan lagi didominasi kelompok usia 75 tahun, tapi sekarang telah menjangkiti kelompok umur 25-35 tahun.

“Perlu upaya kita untuk menekan laju pertumbuhan penyakit Asma dengan mengoptimalkan kapasitas layanan primer,” tandasnya.

Reporter: SOLEH
Editor : EDY

Tags:
Edy Tanjung

Author: