Peringatan Maulid di Bojongkamal Baca Barzanji dan Bawa Makanan Antar Mushola

Jpeg

Jpeg

TANGERANG | BantenLink.Com — Berbagai cara kaum Muslimin dalam memperingati Maulid (hari kelahiran) Nabi Muhammad SAW. Di desa Bojongkamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, peristiwa 12 Rabiulawal 1438 Hijriyah yang jatuh pada 12 Desember hari ini, dilakukan tanpa ceramah agama, tapi dengan pembacaan barzanji dan marhabah dan pembakaran petasan (mercun) oleh warga di mushala-mushala.

Ketua Dewan Kemakmuran Mushala (DKM) Darul Akmal, H Endang, mengatakan, Barjanji dalam bahasa Arab, yang menceritakan sejarah kelahiran Rasulullah sampai menjadi Nabi. dibacakan warga mulai anak-anak, remaja dan dewasa laki-laki di lingkungan mushala masing-masing. Sedangkan Marhabah dibacakan dalam mengagungkan Junjungan umat Islam itu.

Ada 4 mushala dan 1 mesjid di Desa Bojongkamal, yakni. Mushola Baitul Umahat, Nurul Huda, Nurul Yakin, Al Islah dan Masjid Baitul Mustaqim. Makanan dalam bakul berisi ayam panggang dan pisang akan dibawa kembali ke mushala masing-masing. Jika bakul yang dibawa kosong akan kembali kosong.

“Dari semalam hingga tengah malam nanti mushala dan masjid yang ada di Desa Bojongkamal merayakan Maulid dengan pembacaan barjanji dan marhabah secara bergantian. Tak hanya itu, warga secara swadaya mengumpulkan uang untuk biaya membuka makanan dalam bakul berisi makanan lengkap dengan 2 ayam panggang dan 2 sisir pisang,” ujar H Endang pada bantenlink.com, Senin (12/12/2016).

Lebih jauh diterangkannya, selain membawa makanan warga juga membawa buah-buahan, makanan dan minuman ringan, semacam kue basah, chiki dan sprite. Jika makanan dalam bakul yang dibawa warga dari mushala mushala lain dibawa warga lain kembali ke mushala untuk dimakan bersama, maka makanan dan minuman ringan dimakan saat istirahat.

“Kegiatan maulid seperti ini sudah dilakukan turun temurun. Uniknya, makanan tradisional selalu disandingkan dengan makanan-minuman pabrik seperti sprite. Dulu sebelum ada sprite, minuman yang disajikan adalah limun Orson. Seiring waktu berlalu digantikan dengan teh botol Sosro hingga Sprite,” tandasnya. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: