Pasar Tradisional Desa Cikupa Terus Eksis diantara Pusat Perbelanjaan Giant dan Sabar Subur

Pasar Desa Cikupa. (Foto Edy)

Pasar Desa Cikupa. (Foto Edy)

Tangerang|Banten Link, Rabu (27/1/2016)-Pasar Cikupa merupakan Pasar Desa di sisi jalan Raya Serang di Kabupaten Tangerang, Banten. Sebelum 2014, pasar buka 24 jam ini terkenal dengan kekumuhan dan menimbulkan kemacetan jalan. Tapi kini terbilang rapih dan membuat betah pengunjung berbelanja.

Menurut Dudin Sasmita, selaku kepala pasar, nyamannya masyarakat berbelanja di pinggir jalan provinsi Banten itu, tak lepas dari peranan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar, Camat Cikupa Hendar Herawan dan Kepala Desa Cikupa Abu Mutolib beserta Dinas Kebersihan dan Satpol PP serta keamanan setempat.

“Selain membuat pasar agar tetap eksis, bersih dan aksesnya tidak macet, tugas kami memajukannya. Bahkan telah membebaskan lahan warga hingga lebih luas menjadi 6000 meter. Kami pun tak bosan mengingatkan pedagang agar ramah pada pembeli,” ucap Dudin Sasmita saat disambangi di kantornya.

Dikatakan Dudin yang menjabat sejak 2011-2016, pasar dibangun sejak 1997 itu secara bertahap dibuat dengan manajemen pasar lebih baik. Kini ia ingin menjadikan pasar berlantai dua itu menjadi sentra niaga yang harus tetap eksis berada dekat pusat perbelanjaan seperti Giant dan Sabar Subur.



Dudin Sasmita. (Foto Edy)

Dudin Sasmita. (Foto Edy)

“Di jabatan saya sebagai kepala pasar, seterusnya ingin ada pihak ketiga yang mau membangun pasar lebih refresentatif seperti halnya pasar modern. Rencananya sih mau buat tiga lantai, dengan perincian, lantai pertama tempat sembako, lantai kedua pakaian dan lantai ketiga foodcourt,” imbuhnya.

Masih kata mantan kontraktor bangunan pasar ini, banyak rencana kerja yang akan dilakukannya. Seperti mengikuti model pembangunan Pasar Malabar di Kota Tangerang. Karena pemerintah desa tak punya modal, dirinya mengaku sedang mencari bank penopang dana pembangunan.

“Memang selama ada retribusi dari 600 pemilik kios atau lapak pasar yang berdiri di atas tanah desa ini. Uangnya dikelola Bumdes (Badan Usaha Milik Desa), termasuk untuk menggaji staf pasar dan aparatur desa,” ungkap mantan kontaktor yang pernah membangun Pasar Ciruas Kota Serang tersebut.

Pasar tradisional pernah terbakar tahun 2014 ini, lanjutnya, ingin dijadikannya pasar bercirikan adanya tawar menawar yang sangat nyaman dengan penerangan memadai. Setiap hari pun Dudin memantau dengan menyisir lorong kios agar pedagang tidak memajang jualan yang bisa menutup jalan pengunjungnya.

“Kelebihan pasar tradisionil, penjual dan pembeli lebih akrab dan familier. Adapun niat saya secepatnya dapat merehabilitasi Pasar Cikupa, kerena menyesuaikan dengan gaya belanja masyarakat saat ini. Apalagi Pasar Cikupa berdekatan dengan pusat perbelanjaan Giant dan Sabar Subur,” tandasnya. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply